Gubernur Al Haris juga menyoroti pentingnya tata kelola sumber daya alam yang baik dan berkelanjutan.
Ia menekankan perlunya regulasi yang berpihak kepada masyarakat dan mendorong peran aktif pemerintah daerah dalam pengawasan dan pengelolaan.
“Kita harus bersama-sama menentukan tata kelola pertambangan yang baik sehingga sumber daya alam kita ini ditata dengan baik, dikelola dengan baik, regulasinya juga berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.
Tantangan ke depan, kata Gubernur Al Haris, cukup besar. Salah satunya adalah maraknya kebocoran migas yang kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, serta minimnya pengelolaan lingkungan yang layak di sektor pertambangan.
“PR kita cukup besar ke depan. Kalau kita hitung, sangat banyak migas kita yang bocor yang kesannya itu dimiliki sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Tidak ada pengelolaan lingkungan yang baik, sehingga ini tidak baik ke depannya,” tegasnya.
Sebagai langkah strategis, Gubernur Al Haris mengajak seluruh daerah penghasil untuk berkolaborasi dalam menyusun kembali tata kelola migas dan energi yang lebih adil, termasuk menyoroti pentingnya kepastian bagi daerah dalam memperoleh Participating Interest (PI) dan porsi yang layak dari sumber daya yang mereka miliki.
“Kita harus bersama-sama kolaborasi menata kembali bagaimana tambang ilegal, bagaimana PI bisa kita dapatkan, dan bagaimana daerah penghasil mendapatkan yang layak porsinya,” tutup Al Haris. (*)



Tinggalkan Balasan