Ia menjelaskan, berbagai masukan dari peserta diskusi mencakup sektor kesejahteraan, pendidikan, infrastruktur, hingga lingkungan hidup. Maulana menegaskan bahwa membangun kota bukanlah pekerjaan instan, tetapi memerlukan proses yang melibatkan semua pihak.
“Alhamdulillah, untuk bidang lingkungan misalnya, upaya kita bisa terus berjalan. Tapi tentu, membangun itu butuh intensitas mengajar masyarakat dan melibatkan seluruh stakeholder,” ungkapnya.
Diskusi ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk mendengarkan kritik dan saran dari kalangan intelektual, sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan transparan. (*)
Halaman




Tinggalkan Balasan