“Rupiah adalah simbol kedaulatan negara. Anak-anak kita harus memahami dan menggunakannya secara bijak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jambi, Warsono, menjelaskan bahwa program CBP Rupiah ini dirancang untuk menyasar siswa jenjang pendidikan dasar.

“Anak-anak perlu diajarkan untuk mencintai rupiah, misalnya dengan tidak merusaknya; bangga karena rupiah memuat simbol-simbol nasional seperti pahlawan dan budaya; dan paham dalam menggunakan rupiah sesuai kebutuhan, bukan keinginan,” papar Warsono.

Tiga modul CBP Rupiah tersebut dibagi dalam tiga fase pembelajaran:

  • Fase A: Penanaman nilai cinta terhadap rupiah.
  • Fase B: Penumbuhan rasa bangga terhadap rupiah.
  • Fase C: Pemahaman dalam menggunakan rupiah secara bijak.

Modul-modul tersebut akan menjadi acuan bagi guru dalam menyampaikan materi CBP Rupiah di seluruh Sekolah Dasar Kota Jambi. Tidak hanya peluncuran, program ini juga akan dilengkapi dengan berbagai kegiatan lanjutan seperti lomba dan pemberian apresiasi bagi siswa.

Baca juga:  Walikota Jambi Maulana Tinjau dan Serahkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir

“Kami ingin kegiatan ini tak hanya berhenti di ranah kognitif, tapi juga membentuk karakter siswa yang bijak dalam penggunaan uang,” tambah Warsono. (*)