Dalam kesempatan itu, Viva Yoga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi intelektual di HMI dan KAHMI sebagai ciri organisasi yang berkualitas.

Silaturahmi tersebut tidak hanya menjadi ruang nostalgia, tetapi juga forum yang memuat semangat sinergi pembangunan antara pusat dan daerah. Viva Yoga memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan paradigma baru transmigrasi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Transmigrasi kini menjadi kementerian tersendiri, diarahkan untuk mendukung swasembada pangan, merekatkan rasa kebangsaan, dan mengentaskan kemiskinan. Saya harap KAHMI Jambi ikut mendukung,” kata mantan anggota Komisi IV DPR RI itu.

Wali Kota Maulana, yang mendampingi langsung Viva Yoga, menyambut baik program transmigrasi tersebut dan menyatakan kesiapan Pemkot Jambi untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Kedekatan mereka, yang terbangun sejak masa kaderisasi HMI, menjadi modal penting dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dan pusat.

Baca juga:  Dr. Maulana: Dedikasi untuk Pendidikan dan Masa Depan Kota Jambi

Pertemuan antara Maulana dan Viva Yoga mencerminkan bahwa hubungan kaderisasi yang terjalin di masa muda bisa berkembang menjadi sinergi nyata dalam kepemimpinan. Bagi mereka berdua, nilai-nilai HMI bukan hanya menjadi identitas masa lalu, tetapi menjadi kompas dalam bekerja dan melayani masyarakat.

“Silaturahmi seperti ini bukan hanya memperkuat jaringan, tapi mengingatkan kita bahwa jabatan adalah alat untuk mengabdi, bukan tujuan akhir,” ujar Maulana singkat.

Dengan dukungan dari tokoh-tokoh KAHMI dan semangat kaderisasi yang tetap hidup, kedekatan Maulana dan Viva Yoga menjadi contoh nyata bagaimana nilai perjuangan bisa menyatu dengan tanggung jawab pembangunan. (Aas)