“Kami mengantisipasi kelancaran seluruh proses. Untuk memfasilitasi, saya telah berkoordinasi dengan adinda Adit dan tim. Kami memohon persetujuan dan dukungan penuh untuk mengatasi kekurangan standar yang ada, mengingat urgensi percepatan pembangunan. Dengan komitmen bersama, kami optimis proses ini akan berjalan lancar, sejalan dengan kemajuan yang telah dicapai oleh Polda. Penyesuaian pada beberapa tahapan awal diharapkan dapat diakomodasi. Selain itu, kami berharap SPPG ini dapat membuka peluang kerja bagi generasi muda kita, mengingat tantangan yang ada saat ini,” ujarnya.

Gubernur juga mengingatkan agar pengadaan bahan baku Makanan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan di Jambi untuk menggerakkan ekonomi daerah.

“Dengan mempertimbangkan kemitraan kita, jika mitra melakukan pembelian barang di luar Jambi dengan harga yang mungkin lebih kompetitif, hal ini tentu saja tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Jambi. Sebagai contoh, jika ada pembelian sayuran di Bengkulu yang mungkin lebih murah, hal ini tidak akan memberikan efek positif,” pintanya.

Baca juga:  Kemenko Polhukam Tinjau Program Prioritas Presiden di Kalbar, Dorong Keterkaitan Antar Sektor untuk Perkuat Ekonomi Lokal

Ia menyebutkan, kemitraan strategis dengan petani lokal sangat penting.

“Kami akan menjalin kemitraan strategis dengan petani lokal. Saya akan mengarahkan tim untuk memberikan rekomendasi mengenai komoditas yang potensial untuk dijamin dan didistribusikan kepada seluruh mitra. Beberapa contoh komoditas yang patut dipertimbangkan meliputi cabai, kentang, bawang, beras, serta minyak sayur. Kami juga memiliki minyak goreng merek Vipco, produk lokal Jambi, yang dapat menjadi opsi menarik bagi mitra dengan potensi kerja sama khusus untuk memperoleh harga yang kompetitif. Pada intinya, kami berupaya agar dana yang dialokasikan oleh Bapak Presiden dapat berputar di wilayah Jambi, sehingga nilai sebesar 3,1 triliun rupiah tersebut dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan aspek lainnya di Jambi,” pungkasnya.

Baca juga:  Wali Kota Jambi Salurkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan bagi Ketua RT yang Meninggal Dunia

Sementara itu, Wali Kota Jambi, Dr. dr. Maulana, M.K.M., menyampaikan dukungan penuh dan apresiasi kepada Yayasan Lazuardi atas investasi yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia.

“Dengan rasio 50 tenaga kerja per SPPG, dampak positifnya sangat luas, tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Jambi. Hal ini akan memberikan manfaat bagi produsen telur ayam, tahu, tempe, dan sayuran. Penyerapan 2.000 tenaga kerja diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan tingkat pengangguran terbuka,” ujar Wali Kota Maulana.

Ketua Regional Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Jambi, Adityo Wirapranatha, S.Sos., M.Han., melaporkan bahwa hingga saat ini terdapat 165 titik SPPG yang telah memasuki tahap persiapan dan operasional di Provinsi Jambi. Khusus di Kota Jambi, 42 titik telah beroperasi.

Baca juga:  Resmikan 1585 Posbankum Bersama Menteri Hukum RI, Gubernur Jambi : Layanan Hukum Kepada Kaum Marjinal

“Pembangunan SPPG ini merupakan hasil kolaborasi Mitra Mandiri sebagai kontribusi masyarakat dan pihak swasta dalam mendukung program aplikasi dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kami menyampaikan apresiasi yang tulus atas kontribusi dan dukungan dari seluruh mitra. Bapak Presiden memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program ini dan berharap seluruh penerima manfaat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak sekolah, dapat merasakan manfaatnya. Sebagai bagian dari upaya pencapaian target pembangunan 382 titik SPPG di Provinsi Jambi, kami memiliki tanggung jawab penting untuk memastikan seluruh penerima manfaat dapat memperoleh manfaat optimal dari program makan bergizi gratis ini,” jelas Adityo.(*)