Dalam bidang pertanian, pemerintah membuka jutaan hektare lahan sawah baru di berbagai daerah, menyalurkan bantuan pupuk dan peralatan, serta menaikkan harga beli gabah menjadi Rp6.500/kg. Stok cadangan beras nasional kini lebih dari 4 juta ton, dan untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun Indonesia kembali mengekspor beras.
Di sektor sosial, pemerintah membentuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan program tepat sasaran dan menurunkan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen.
Melalui pendidikan, dibentuk Sekolah Rakyat untuk masyarakat di desil terendah, Sekolah Unggul Garuda, penambahan SMA Nusantara, dan fakultas kedokteran di berbagai daerah.
Untuk pemerataan ekonomi, pemerintah membentuk 80 ribu Koperasi Merah Putih. Di bidang pertahanan, direncanakan pembentukan berbagai komando militer baru di seluruh matra.
Presiden juga menegaskan komitmennya memberantas korupsi di seluruh lembaga negara.
“Perilaku korupsi ada di setiap eselon birokrasi kita, ada di setiap institusi dan birokrasi pemerintahan. Ada di BUMN-BUMN kita, BUMD-BUMD kita, ini bukan fakta yang harus kita tutupi,” tegasnya.
Menutup pidatonya, Presiden mengajak semua pihak untuk bersatu dan bergotong royong demi mewujudkan Indonesia maju dan rakyat sejahtera.
Sementara itu, Wali Kota Maulana menyatakan dukungannya terhadap program prioritas Presiden Prabowo.
“Yang pertama ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat alhamdulillah di kota Jambi sudah berjalan. Kemudian program pro rakyat yaitu Koperasi Merah Putih turut kami jalankan dan sukseskan,” ujarnya.
Ia menambahkan, banyak program Pemkot Jambi sejalan dengan visi nasional, seperti jaminan kesehatan bagi seluruh warga, jaminan sosial bagi kelompok rentan, serta beasiswa bagi 2.000 siswa.
Hadir dalam rapat paripurna tersebut unsur Forkopimda Kota Jambi, anggota DPRD, Sekda Kota Jambi, staf ahli, asisten, kepala OPD, camat, lurah, perwakilan instansi vertikal, partai politik, Forum Ketua RT, ormas, dan tamu undangan lainnya.





Tinggalkan Balasan