Oleh Mufti Azis

TANYAFAKTA.CO Pernyataan Menteri, Purbaya Yudhi Sadewa, usai acara serah terima jabatan di Gedung Kemenkeu, Selasa (9/9/2025), menuai sorotan. Ia meminta media untuk memberi waktu bekerja terlebih dahulu sebelum melontarkan kritik.

“Jadi ke depan teman-teman media tolong beri saya waktu untuk bekerja dengan baik. Nanti kalau sudah beberapa bulan, baru Anda kritik habis-habisan,” kata Purbaya.

Menurut penulis, pernyataan yang meminta media agar memberi waktu untuk bekerja sebelum dikritik kurang tepat.

Kritik bukan bentuk negatif, tapi justru penting sebagai bentuk kontrol publik guna membantu pemerintah memperbaiki kebijakan dengan cepat. Kalau menteri hanya minta waktu tanpa menerima masukan, bagaimana kita tahu apakah kebijakan yang dibuat sudah benar atau malah merugikan rakyat?

Baca juga:  Kesaksian Penerima Beasiswa Dumisake 2023 Program Beasiswa Mahasiswa Strata Tiga (S3) – Dosen Dalam Negeri Pemerintah Provinsi Jambi

Media dan masyarakat berhak mengetahui dan menilai sejak awal, agar ada transparansi dan akuntabilitas. Kerja pemerintah itu bukan soal waktu lama atau singkat, tapi hasil nyata yang bisa dirasakan oleh masyarakat.

Dalam teori kontrol politik atas birokrasi yang dikembangkan oleh beberapa tokoh seperti Dwight Waldo, dan pemikir administrasi publik lainnya, Teori ini menekankan pentingnya kritik dan kontrol publik sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah. sebagai mekanisme demokratis untuk membantu pemerintah memperbaiki kebijakan yang dibuat agar sesuai dan tidak merugikan masyarakat.

Jadi, daripada minta menahan dulu kritiknya menteri perlu siap terbuka dan responsif pada semua suara demi perbaikan bersama. Itulah sifat pelayanan publik sebenarnya.

Baca juga:  BLK, Riwayatmu Kini : Penyangga Vokasi SDM Provinsi Jambi

Penulis adalah mahasiswa Ilmu Politik Universitas Jambi