Ketua Tim, Nashwa, menyampaikan harapannya agar produk ECOPIL dapat menciptakan peluang bisnis sosial yang berdampak.

“Kami berharap ECOPIL tidak hanya mampu menghadirkan solusi sabun cuci piring rumah tangga yang aman dan alami, tetapi juga mampu menciptakan peluang bisnis sosial yang berdampak, dengan memanfaatkan potensi lokal dan memberdayakan petani pinang dan komunitas pemilik usaha minuman jus di Jambi,” ujar Nashwa.

Produk ECOPIL juga merupakan hasil hilirisasi riset dari dosen pembimbing, Ibu Dr. Yayuk Sriayudha, S.P., M.M., yang berjudul “Pengaruh Pengetahuan, Nilai Konsumen, Norma Subjektif, dan Kontrol Perilaku terhadap Perilaku Pembelian Produk Ramah Lingkungan dengan Sikap sebagai Variabel Intervening” yang terbit pada tahun 2024. Temuan hasil riset tersebut kemudian dikembangkan menjadi produk inovatif ECOPIL yang menjadikan limbah sabut pinang, buah lerak, dan limbah kulit buah jeruk memiliki nilai tambah dan nilai jual tinggi.

Baca juga:  FEBI UIN STS Jambi Gelar Kuliah Umum: Siapkan Mahasiswa Hadapi Tantangan Bisnis di Era Metaverse

Untuk memastikan produk mereka aman dan terjamin mutunya, Nashwa dan tim juga melakukan uji laboratorium di BPOM dan Laboratorium FKIK. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan komitmen serius tim dalam mewujudkan inovasi mereka.

Sebagai langkah berkelanjutan, Nashwa dan tim akan memberdayakan petani lokal sebagai penyedia bahan baku, serta menjalin kerjasama dengan komunitas lokal dalam kegiatan pemasaran. Nashwa dan tim juga akan mengedukasikan masyarakat tentang pentingnya menggunakan produk-produk lokal yang ramah lingkungan untuk melestarikan keberlanjutan lingkungan. (*)