Seluruh proses konstruksi dijalankan di bawah pengawasan ketat dan kolaborasi antara Hutama Karya, Kementerian PU, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan mutu dan percepatan proyek sesuai target, salah satunya dengan penyesuaian jadwal kerja di lapangan agar Program MBG di Jambi bisa segera terwujud.
Dapur Umum Program MBG berlokasi strategis dekat Bandara Sultan Thaha Saifuddin dan Gerbang Tol (GT) Muaro Sebapo, sehingga distribusi bahan pangan segar ke dapur dan sekolah sasaran menjadi lebih efisien. Fasilitas dirancang berukuran 20 x 20 meter dengan tata letak yang memenuhi ketentuan sesuai keputusan menteri, termasuk pemisahan area produksi, penyimpanan, dan distribusi untuk menjamin keamanan pangan.
“Proyek ini didesain multifungsi, meliputi dapur modern, ruang penyimpanan bahan baku, area kantor, dan area distribusi makanan sehat. Dapur umum program MBG ini juga mencakup ruang parkir, ruang serba guna, dan sistem sanitasi yang modern, mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan pelajar di Jambi,” imbuh Adjib.
Dalam operasionalnya, dapur umum program MBG ditargetkan melayani 3.000–3.500 porsi per hari sekolah untuk siswa dan penerima manfaat di sekitar Kota Jambi. Kapasitas tersebut disiapkan untuk memastikan ketersediaan menu bergizi seimbang, dengan rantai pasok yang tertib serta prosedur keamanan pangan yang terdokumentasi.
Penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan dilakukan untuk memastikan keterpenuhan standar teknis, kesiapan sumber daya, dan kesesuaian operasional dengan kerangka kebijakan.
“Kehadiran fasilitas dapur ini menegaskan dukungan Hutama Karya terhadap pemenuhan gizi yang merata, peningkatan kualitas hidup, serta penguatan pondasi kesehatan generasi muda Jambi sesuai Asta Cita, khususnya aspek ketahanan pangan dan layanan sosial dasar,” tutup Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya. (*)




Tinggalkan Balasan