TANYAFAKTA.CO, BUNGO – Masyarakat dan mahasiswa Kabupaten Bungo menyampaikan duka mendalam sekaligus kemarahan atas kasus pembunuhan terhadap seorang dosen Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) yang kini menjadi sorotan publik.

Fakta yang diungkap aparat penegak hukum menunjukkan bahwa pelaku memiliki sifat “ulet dan licik” serta melakukan tindakan pembunuhan dengan perencanaan matang, termasuk upaya menghilangkan jejak secara sadar.

Ketua GMNI Bungo, Azri Wahyudi Putra, menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan serangan terhadap kaum intelektual yang mendedikasikan hidupnya bagi ilmu pengetahuan dan kemajuan masyarakat.

“Kami mengecam keras jika benar terdapat oknum aparat kepolisian yang terlibat dalam tindak keji ini,” ujarnya.

Baca juga:  Polda Jambi Gelar Bakti Kesehatan Masif untuk Ojek Online dan Operasi Katarak

Azri menambahkan, kepolisian sebagai lembaga yang bertugas melindungi rakyat tidak boleh memberi ruang sekecil apa pun bagi pelaku penyimpangan atau kejahatan yang dapat merusak kepercayaan publik.

Pihaknya menyampaikan tiga tuntutan utama:

1. Mengusut tuntas seluruh jaringan yang terlibat, tanpa pandang bulu terhadap jabatan maupun seragam.

2. Membuka informasi secara transparan kepada publik, guna mencegah bias dan manipulasi fakta.

3. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal di tubuh kepolisian Kabupaten Bungo.

Sementara itu, perwakilan Komunitas Rumah Gerakan, Rizky Bagariang, menegaskan bahwa keadilan tidak boleh berhenti pada satu nama.

“Setiap pihak yang terlibat harus diadili! Jangan ada lagi praktik pembungkaman, intimidasi, atau kriminalisasi terhadap suara publik yang menuntut kebenaran,” kata Rizky.

Baca juga:  Kejati Jambi Geledah Kantor Sekretariat DPRD Merangin Terkait Dugaan Korupsi Anggaran 2019–2024

Masyarakat dan mahasiswa Bungo menyerukan seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, serta pegiat HAM untuk bersatu menyuarakan keadilan bagi almarhum.

“Ketika seorang pendidik dibunuh, yang ditikam adalah masa depan bangsa,” pungkasnya. (*)