Perlambatan investasi bukanlah akhir dari cerita, melainkan jeda untuk berbenah. Ekonomi Jambi masih memiliki “otot-otot” yang kuat untuk bangkit. Pemerintah daerah kini menggenjot berbagai strategi pemulihan, seperti percepatan proyek infrastruktur daerah, penguatan investasi hijau (green investment), dan penyederhanaan perizinan berbasis digital.

Sektor perkebunan dan energi baru terbarukan mulai dilirik sebagai motor pertumbuhan baru yang lebih tahan terhadap gejolak global. Bila langkah ini diiringi dengan dukungan fiskal dan kebijakan yang berpihak pada sektor produktif, maka kontraksi ini bisa berbalik menjadi momentum kebangkitan.
Prospek Kuartal IV dan Pertumbuhan Ekonomi Jambi 2025.

Memasuki kuartal IV tahun 2025, Jambi ibarat pelari yang tersandung di tengah lomba—namun tidak menyerah. Dengan koordinasi kebijakan fiskal, dorongan konsumsi masyarakat, dan geliat investasi publik yang meningkat, pemulihan masih sangat mungkin terjadi.

Baca juga:  Makin Mewah, Honda PCX160 Meluncur dengan Pilihan Warna Terbaru

Kuncinya adalah percepatan pelaksanaan proyek infastruktur daerah, mengembalikan kepercayaan investor, mengoptimalkan belanja modal daerah, dan memastikan proyek-proyek padat karya berjalan efektif.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2025, perlu dilakukan pemulihan cepat pada sisi investasi. Beberapa strategi kebijakan yang relevan antara lain:

1.Percepatan realisasi belanja modal pemerintah daerah, terutama untuk proyek infrastruktur dasar, jalan produksi, dan energi terbarukan yang mendorong investasi swasta.
2.Peningkatan iklim investasi daerah, melalui penyederhanaan perizinan dan promosi investasi hijau (green investment).
3.Pemanfaatan skema pembiayaan inovatif seperti Public Private Partnership (PPP) dan green bonds untuk mengurangi beban APBD dan menarik modal swasta.
4.Penguatan investasi domestik (PMDN) dari pelaku UMKM dan koperasi melalui insentif fiskal dan kemudahan akses pembiayaan.
Jika langkah-langkah tersebut dijalankan efektif pada kuartal IV, maka kontraksi PMTB di triwulan III masih dapat dipulihkan. Dengan asumsi konsumsi rumah tangga tetap stabil dan ekspor tetap kuat, pertumbuhan ekonomi Jambi tahun 2025 berpotensi mencapai kisaran 4,8–5,2 persen, meskipun sedikit di bawah target semula akibat pelemahan investasi.

Baca juga:  Ayo Beli Sekarang! Momentum HUT ke-69 Provinsi Jambi, Sinsen Suguhkan Promo Spektakuler Honda BeAT & Scoopy hingga Rp1,4 Juta

Sejarah membuktikan, perekonomian yang tangguh bukanlah yang tak pernah jatuh, melainkan yang selalu bangkit lebih kuat. Jambi sedang menulis babak baru dari perjalanan ekonominya—dari kontraksi menuju kebangkitan, dari kehati-hatian menuju keberanian berinovasi. Jika semua pihak—pemerintah, swasta, dan masyarakat—bergerak dalam harmoni, maka lambatnya investasi hari ini bisa menjadi loncatan besar untuk pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan esok hari.

Penulis Merupakan Kepala Pusat Studi Perencanaan Bisnis dan Investasi, Universitas Jambi/Ketua Harian Tenaga Ahli Gubernur Jambi