Dalam pernyataan resminya, HMI Cabang Bangko menyampaikan tujuh tuntutan utama kepada pihak berwenang:

1. Polres Merangin diminta bersikap transparan dalam mengusut sindikat perdagangan anak di Merangin.

2. Polres Merangin menerapkan kesetaraan hukum bagi seluruh warga, termasuk komunitas SAD.

3. Pemerintah Kabupaten Merangin bersama Polres dan OPD terkait melakukan pembinaan terhadap komunitas SAD sesuai Perda Gubernur Jambi No. 08 Tahun 2004 Pasal 22 dan 23.

4. Pemkab Merangin berpartisipasi aktif dalam proses pemulihan sosial dan penegakan hukum.

5. Gubernur Jambi menerapkan secara konkret perda tentang Masyarakat Hukum Adat (MHA).

6. DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Masyarakat Hukum Adat.

7. Aparat Penegak Hukum (APH) membuka posko pengaduan terkait indikasi penculikan dan perdagangan anak.

Baca juga:  Wamendagri Bedah Buku “Babad Alas”, Wako Maulana : Bekal Penting Bagi Para Calon Pemimpin

HMI memberi tenggat waktu 2×24 jam bagi pihak terkait untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut.

“Ini bukan sekadar persoalan hukum, tapi juga kemanusiaan. Negara wajib hadir dan berpihak pada keadilan,”tegas ungkap sekum HMI cabang Bangko Tomi Iklas. (*)