Video yang awalnya hanya berupa foto dan teks sederhana kini bertransformasi menjadi media pembelajaran menarik dengan kombinasi ilustrasi budaya, narasi audio, dan transisi yang rapi.

“Anak-anak nanti pasti lebih semangat belajar kalau medianya seperti ini,” ujar seorang guru lain yang tampak bangga melihat videonya sendiri. TikTok yang selama ini dianggap distraksi kini berubah menjadi jembatan untuk memperkuat pembelajaran.

Ketua tim pengabdian, Drs. Gugun Manosor Simatupang, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang berdasarkan kebutuhan nyata guru dalam menghadapi perubahan pola belajar siswa.

“Siswa sekarang lebih cepat menangkap informasi visual dibandingkan ceramah panjang. TikTok memberi ruang bagi guru untuk menyampaikan materi dengan format yang disukai siswa,” jelasnya. Menurutnya, keberhasilan pelatihan bukan hanya pada kemampuan teknis, tetapi pada adanya perubahan paradigma: guru mulai menerima bahwa ruang belajar kini tidak terbatas di papan tulis, tetapi merambah ke gawai siswa.

Baca juga:  Beasiswa Pro-Jambi Cerdas: Strategi Afirmasi Pendidikan Tinggi untuk SDM Unggul dan Berdaya Saing

Program ini juga mendapat dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi. Dalam pernyataan resminya, LPPM menegaskan pentingnya menghadirkan pelatihan yang selaras dengan perkembangan digital tetapi tetap mengangkat identitas budaya lokal.

“Budaya lokal harus hadir dalam pembelajaran modern. Teknologi justru bisa menjadi alat untuk melestarikannya,” ujar perwakilan LPPM.

Dukungan penuh dari LPPM memastikan kegiatan berlangsung efektif, sistematis, dan berdampak bagi sekolah-sekolah mitra.

Menjelang akhir pelatihan, suasana berubah lebih hangat. Para guru saling berbagi video hasil karya mereka, tertawa ketika narasi suara tidak sinkron, dan bangga ketika ilustrasi budaya tampil begitu anggun di layar. Bagi mereka, pelatihan ini bukan sekadar mengasah keterampilan, tetapi membangkitkan kepercayaan diri untuk menjadi pendidik yang relevan di era digital.

Baca juga:  Menuju Standar Nasional Unggul, Prodi Magister Manajemen Pendidikan FKIP UNJA Jalani Asesmen Lapangan

Tim pengabdian Universitas Jambi berencana membentuk komunitas guru kreatif berbasis AI-TikTok agar inovasi ini terus berlanjut. Dengan demikian, perjalanan guru menuju ruang belajar digital tidak berhenti di pelatihan ini tetapi menjadi bagian dari transformasi pendidikan di Jambi.