Tahun ini, lanjut Ruby, sebanyak 392 CIP berhasil diciptakan oleh 1.484 insan mutu. Sebuah capaian luar biasa yang mendukung agenda besar perusahaan dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Ia mengapresiasi pelaksanaan CIP sepanjang 2025 yang telah mendorong value creation secara signifikan bagi perusahaan, dengan Value Creation real yang di klaim sebagai Cost optimization pada tahun 2025 sebanyak 86 improvement diantaranya : Cost Avoidance (CA) Rp 847 miliar, Cost Saving (CS) Rp 587 miliar, dan Revenue Growth (RG) Rp 795 miliar.
“Inovasi yang lahir dari CIP adalah kekuatan kunci bagi PHR dalam mendukung dual growth strategy sekaligus memperkuat posisi kami sebagai pemimpin dalam transisi energi,” tambahnya.
Penyelenggaraan CIIF 2025 juga diarahkan untuk memperkokoh budaya ekselen, meningkatkan keterlibatan pekerja dalam berinovasi, memberikan apresiasi kepada para pencetus perbaikan, serta membuka ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman lintas area. Forum ini diharapkan memperkuat hubungan antara manajemen dan pekerja, sekaligus meningkatkan komunikasi dan kerja sama di lingkungan PHR Regional 1 Sumatra.
Seluruh inovasi diharapkan dapat terus dimonitor implementasinya dan dimanfaatkan sebagai aset pengetahun yang dapat direplikasi di berbagai area operasi. Dengan begitu, gagasan terbaik dari satu lokasi dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pertumbuhan perusahaan dan memperkuat sinergi berkelanjutan di seluruh wilayah kerja.
Manajemen menyampaikan selamat kepada seluruh peserta CIIF 2025, terutama 20 gugus terbaik yang akan melanjutkan kiprahnya ke ajang Upstream Improvement & Innovation Awards (UIIA) 2025 tingkat Subholding Upstream. Mereka akan mengikuti rangkaian wawancara pada 3–5 Desember serta sesi opening, presentation, dan closing pada 9–11 Desember 2025. (*)



Tinggalkan Balasan