Terkait pasokan pangan, ia menegaskan pentingnya fasilitas penyimpanan.
“Kota Jambi siap kalau dibuat gudang, karena ketersediaannya bakal terjamin. Ini penting mengingat distribusi sering tersendat akibat truk batubara yang melintas,” katanya.
Maulana juga menyampaikan bahwa Kota Jambi meraih SDGs Action Awards 2025 dan berhasil mengembangkan lahan seluas 10 hektare untuk produksi cabai.
“Produksinya dalam setahun 136.000 ton, sehingga dapat mengurangi inflasi,” ungkapnya.
Kemudian, Maulana menegaskan komitmen Kota Jambi mendukung penuh gerakan pelibatan pelajar untuk ketahanan pangan.
“Ini ide yang luar biasa dari Dirjen Otda, dan Kota Jambi siap melaksanakan ini,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa Pemkot Jambi akan menyurati para pengembang yang memiliki lahan tidur agar dapat dimanfaatkan.
“Lahan tidur, lahan sekolah, itu semua nanti bisa dimanfaatkan. Perwalnya sudah kami buat bahwa lahan-lahan itu akan digunakan untuk ketahanan pangan,” katanya.
Langkah ini menjadi momentum penguatan peran daerah serta pemberdayaan generasi muda dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Karena bagaimanapun, ketahanan pangan itu adalah kebutuhan dasar manusia. Oleh karena itu maka kemudian bangsa dan negara ini akan tegak atau tidaknya akan tergantung pada bagaimana kesediaaan pangan itu sendiri.
Oleh karena itu, setiap pemerintah-pemerintah daerah harus memiliki sebuah kebijakan yang terkait dengan swasembada pangan.
Diketahui, Dirjen Otda direncanakan akan melakukan roadshow ke sejumlah daerah, termasuk Jambi dan Pekanbaru, membawa pupuk dan bibit untuk menggerakkan pelajar mencintai pangan dan pertanian. (AAS)




Tinggalkan Balasan