Pelatihan ini merupakan upaya PEP Jambi mendorong terciptanya siklus produksi yang lebih bertanggung jawab. Dengan begitu, implementasi program pelibatan dan pengemban masyarakat (PPM) tak hanya di bidang ekonomi, namun juga di bidang lingkungan.

Manager CID Regional 1, Iwan Ridwan Faizal menyampaikan bahwa pelatihan pengolahan sampah organik melalui metode takakura menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun usaha kuliner yang berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang menumbuhkan kemandirian, memperkuat kapasitas, dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkembang dengan cara yang lebih berkelanjutan,” tegas Iwan dalam kesempatan terpisah.

Bagi kelompok UMKM seperti KUALITAS, metode ini membawa manfaat seperti mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke TPA sekaligus menyediakan pupuk kompos yang bisa dimanfaatkan untuk kebun sayur mini sebagai bagian dari penguatan usaha kelompok.

Baca juga:  Siaga Hadapi Kemarau, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla hingga Strategi Agronomi

Anggota KUALITAS yang seluruhnya merupakan ibu rumah tangga mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Selain memperoleh pengetahuan baru, mereka juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya mengelola sampah secara bijak dan dampaknya terhadap keberlanjutan usaha kuliner skala komunitas. (*)