Dengan semua indikator tersebut, wajar bila muncul pertanyaan publik mengenai dasar penilaian yang membuat Gubernur Al Haris dinobatkan sebagai sosok paling menginspirasi dalam sektor pariwisata. Jika ukuran inspirasi adalah perubahan, data justru menunjukkan stagnasi. Jika indikatornya adalah peningkatan kunjungan, perbaikan infrastruktur, kenaikan okupansi hotel, atau ekspansi rute penerbangan, maka tidak satu pun yang mengalami lonjakan signifikan. Bahkan pelaku industri perhotelan dan pariwisata di Jambi dalam beberapa kesempatan menyebut bahwa geliat sektor ini masih lesu, terutama karena akses, fasilitas, dan promosi belum dilakukan secara sistematis dan terukur.

Karena itu, penghargaan ini lebih tampak sebagai simbol seremonial daripada refleksi capaian nyata. Jambi membutuhkan lompatan besar, bukan sekadar pengakuan.

Baca juga:  Jambi Krisis Integritas

Jika pariwisata ingin tumbuh, agenda nyata yang harus dikejar adalah membuka rute penerbangan baru, memperbaiki infrastruktur destinasi, memperkuat promosi berbasis data, dan memastikan tingkat hunian hotel naik konsisten sebagai bukti geliat wisata.

Tanpa langkah-langkah ini, gelar “inspiratif” hanya akan menjadi ironi yang menutupi kenyataan bahwa pariwisata Jambi masih berjalan di tempat, bukan bergerak maju.