TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Musyawarah Daerah (Musda) VI Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Provinsi Jambi yang digelar di Aston Hotel Jambi, Selasa (13/1/2026), diwarnai aksi protes keras dari puluhan anggota.

Mereka memilih melakukan walk out sebagai bentuk penolakan terhadap jalannya Musda yang dinilai tidak demokratis dan sarat intervensi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Puluhan anggota APERSI dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi menilai proses Musda tidak mengakomodir hak seluruh anggota, khususnya dalam mekanisme pencalonan ketua.

Bahkan, mereka menyatakan keluar dari keanggotaan APERSI Jambi sebagai bentuk kekecewaan atas dugaan intervensi DPP dalam pelaksanaan Musda.

Muhammad Ichsan, S.Kom, yang disebut sebagai salah satu kandidat kuat calon Ketua APERSI Jambi, mengungkapkan bahwa mayoritas anggota merasa kecewa dan menyesalkan dugaan adanya campur tangan DPP, mulai dari tata tertib Musda yang dinilai telah diatur sedemikian rupa, hingga penyampaian laporan pertanggungjawaban Ketua DPD APERSI Jambi yang dinilai tidak transparan.

Baca juga:  Dalami Kasus ITE Anggota DPRD Merangin, Kini Polres Merangin Periksa Waka DPRD Sebagai Saksi

“Laporan pertanggungjawaban hanya disampaikan sebatas permohonan maaf dengan kalimat, ‘apakah bapak ibu semua rela memaafkan saya’, tanpa membuka data laporan keuangan secara terperinci dan transparan kepada peserta sidang,” ujar Ichsan.

Ia menambahkan, permintaan agar laporan keuangan dibuka secara jelas sempat disampaikan oleh salah satu peserta sidang, H. Sulfi Hendra, namun tidak ditindaklanjuti. Menurutnya, praktik semacam ini tidak boleh kembali terjadi karena akan berdampak buruk terhadap kualitas organisasi.

“Hal seperti ini tidak boleh terulang lagi, karena pasti akan membuat kualitas berorganisasi semakin buruk,” tegasnya.

Ichsan juga menegaskan bahwa APERSI bukan milik kelompok tertentu, melainkan milik seluruh anggota. Selama ini, kata dia, APERSI dibentuk untuk membantu dan melayani anggota agar dapat menjalankan usaha pengembangan perumahan dengan nyaman dan tanpa hambatan.

Baca juga:  Tak Umumkan Hasil Wawancara Akhir, Ada Apa di Balik Seleksi Direksi dan Komisaris BUMD Muaro Jambi?

“Seharusnya, selama kita memiliki visi dan tujuan yang sama untuk membesarkan APERSI di Jambi, tidak ada alasan untuk saling menghambat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ichsan menyampaikan bahwa para anggota yang walk out telah bersepakat untuk menentukan arah baru organisasi. Saat ini, mereka mengaku telah menerima penawaran dari tiga asosiasi besar yang siap memberikan posisi kepengurusan inti sebagai wadah dan rumah baru bagi para pengembang perumahan di Provinsi Jambi.

Saat ditanya media mengenai asosiasi yang dimaksud, Ichsan menyebut pihaknya masih dalam tahap pembahasan internal.

“Saat ini kami masih memutuskan bersama, ke mana arah yang terbaik untuk kami berlabuh. Dalam waktu dekat, akan kami sampaikan keputusan tersebut,” pungkasnya. (*)