Dalam kegiatan Cerita Kota tersebut, Wakil Wali Kota Jambi juga menyampaikan sejumlah keunggulan yang dimiliki Kota Jambi, mulai dari sejarah, kearifan lokal, kuliner, hingga destinasi wisata.
“Meski Kota Jambi tidak memiliki sumber daya alam, namun sangat terbuka bagi siapa pun yang datang,” ucap Diza.
Pada kesempatan itu, ia juga berkomitmen sebagai Wakil Kepala Daerah untuk terus menyediakan ruang-ruang yang dapat mewadahi komunitas agar mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi kehidupan di Kota Jambi.
Acara Cerita Kota ini diharapkan mampu membuka pemahaman yang lebih utuh mengenai dinamika perkotaan, menumbuhkan empati, serta memperkaya cara pandang publik terhadap kota sebagai ruang hidup bersama.
The City Meetup sendiri telah diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dalam format festival. Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga, komunitas, praktisi, akademisi, sektor swasta, hingga para pemangku kepentingan untuk saling mengenal, berbagi perspektif, dan merayakan keberagaman cara pandang dalam memaknai kota. Kegiatan ini juga bertujuan mengajak publik mengenal lebih dekat isu-isu yang berkembang dalam pembangunan kota, sekaligus mendengarkan cerita-cerita yang hidup di dalamnya.
Momentum ini menandai perjalanan dan komitmen dalam membangun ekosistem kolaborasi perkotaan yang mendorong keterlibatan publik sebagai bagian penting dalam proses perencanaan dan pengembangan kota. Sebagai ruang yang partisipatif dan kolaboratif, The City Meetup menghadirkan beragam rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi, aktivasi komunitas, hingga sesi refleksi kota. (*)





Tinggalkan Balasan