Perbandingan PDRB (ADHB), Income Perkapita dalam rentang waktu satu tahun kepemimpinan juga menunjukkan tren positif, Tahun 2024 Pendapatan sebesar Rp 43.375,48 miliar, naik Rp 3.224,70 miliar dari 2023: Rp 40.150,78 miliar. Ini menunjukkan pemulihan dan ekspansi aktivitas ekonomi lokal yang relevan bagi sektor budaya dan kreatif. Sejalan dengan target Rumel, pelatihan Balikat, dan akses pembiayaan Banharkat untuk pelaku lokal.
Pemerintah Kota Jambi optimistis tren positif ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan infrastruktur pendukung investasi, serta pengembangan sektor-sektor produktif yang mampu menyerap tenaga kerja lebih luas, sehingga memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat.
Di sisi lain, tantangan masih ada. Penciptaan lapangan kerja belum sepenuhnya memenuhi target, dan tekanan global seperti fluktuasi harga energi, ketegangan geopolitik, serta transisi industri hijau masih menuntut kewaspadaan tinggi. Pemerintah Kota dituntut menjaga keseimbangan antara kebijakan populis dan keberlanjutan fiskal jangka panjang.
Meski demikian, capaian satu tahun ini dapat dikategorikan sebagai fondasi kuat menuju arah ekonomi yang lebih tangguh. Fokus berikutnya adalah akselerasi investasi produktif, penguatan industri hilir, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta dorongan inovasi digital dan ekonomi hijau yang berkelanjutan yang saat ini tengah didongkrak oleh Maulana -Diza.
Keberhasilan menjaga inflasi rendah, serta pertumbuhan yang stabil di tengah ketidakpastian global menjadi sinyal positif bagi investor dan pelaku usaha. Hal ini memperlihatkan ketahanan fundamental ekonomi Kota Jambi sekaligus membuka peluang ekspansi di berbagai sektor strategis.
Pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat tidak terlepas dari berjalannya seluruh program unggulan Kota Jambi Bahagia dalam fase 1 tahun kepemimpinan Maulana – Diza, meski berbagai tantangan menghadang, terutama tentang pengurangan alokasi transfer pusat ke daerah. Meski demikian, Pemkot Jambi dapat menghadapinya dengan melakukan efektivitas belanja, dan mengurangi ketergantungan daerah pada pusat, melalui pemanfaatan dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengelolaan potensi lokal secara optimal. Hal itu telah dibuktikan dengan tercapainya target PAD hingga 109%.
Satu tahun kepemimpinan Maulana – Diza bagi Kota Jambi telah menandai masa transisi menuju ekonomi yang lebih efisien, inklusif, dan berorientasi masa depan. Tantangan masih besar, tetapi fondasi sudah diletakkan dengan baik. Kini tugas bersama pemerintah dan masyarakat adalah menjaga momentum pertumbuhan agar ekonomi Kota Jambi semakin berdaulat dan berkeadilan dalam mewujudkan Kota Jambi sebagai Kota Perdagangan dan Jasa Yang Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif dan Sejahtera (BAHAGIA). (*)




Tinggalkan Balasan