“Kami terus bekerja maksimal untuk menjaga keamanan layanan dan kenyamanan bertransaksi serta akan menyampaikan pembaruan resmi kepada publik dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan informasi yang akurat,” kata Khairul.

Layanan Sempat Tidak Dapat Diakses

Sebelumnya diberitakan, layanan mobile banking Bank 9 Jambi tidak dapat diakses pada Minggu (22/2/2026). Informasi tersebut berawal dari beredarnya pesan berantai di sejumlah grup WhatsApp yang menyebutkan sistem bank mengalami peretasan.

Pesan tersebut menyebutkan bahwa dana nasabah tidak dapat dicek maupun ditarik, sehingga memicu kepanikan. Ratusan nasabah dilaporkan mendatangi kantor cabang terdekat untuk memastikan kondisi rekening mereka.

Saat redaksi melakukan pengecekan, aplikasi mobile banking memang menampilkan notifikasi bertuliskan “Proses Tidak dapat dilanjutkan, Coba Beberapa Saat lagi.”

Kepanikan semakin meningkat setelah muncul kabar dugaan berkurangnya saldo pada sejumlah rekening nasabah dengan nilai bervariasi sekitar Rp20 juta hingga Rp25 juta.

Baca juga:  HUT ke-62 Bank Jambi: Dr. Maulana Ungkapkan Rasa Bangga atas Kontribusi Bank Jambi

Di kantor cabang Bank Jambi wilayah Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, puluhan nasabah mendatangi kantor untuk meminta penjelasan. Nasabah yang didominasi Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut mempertanyakan dugaan berkurangnya saldo rekening secara misterius serta tidak berfungsinya layanan perbankan.

Selain mobile banking, nasabah juga mengeluhkan layanan ATM dan mesin setor tunai (CRM) yang tidak dapat digunakan. Nasabah yang datang sekitar pukul 11.00 WIB mengaku tidak bisa melakukan transaksi, termasuk penarikan dana darurat pada hari libur. (*)