“Peran mahasiswa ekonomi sangat strategis dalam penguatan ekonomi desa. Agar Tercapainya tujuan tersebut, diperlukan kolaborasi yang sinergis antara pemerintah, mahasiswa, dan desa,” tuturnya.

Kolaborasi ini dirancang tidak hanya sebagai ruang diskusi, tetapi sebagai titik awal lahirnya Gerakan Nasional Mahasiswa untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam rangka memperkuat ekonomi nasional berbasis desa. ISMEI memandang koperasi desa/kelurahan sebagai instrumen krusial dalam memperkokoh struktur ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui tema “Koperasi Desa Merah Putih sebagai Pilar Penguatan Ekonomi Nasional”, ISMEI menginisiasi kolaborasi strategis yang tidak berhenti pada forum seminar, melainkan dilanjutkan dengan langkah implementatif yang terukur dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut konkret, Adji Permana menyampaikan bahwa ISMEI akan mengintegrasikan program Soemitro Fest dengan seluruh BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang tergabung dalam keanggotaan ISMEI. Selain itu, ISMEI juga akan menginstruksikan seluruh anggotanya untuk menjadikan program pemberdayaan berbasis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai program wajib yang dilaksanakan minimal satu kali dalam setiap periode kepengurusan.

Baca juga:  Antara Kepentingan Rakyat dan Agenda Politik: Arah Pembangunan Jambi Dinilai Kehilangan Orientasi Kerakyatan

Audiensi ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara mahasiswa ekonomi dan pemerintah dalam mendukung percepatan pembentukan koperasi desa/kelurahan sebagai pilar ekonomi nasional. (*)