TANYAFAKTA.CO, JAKARTA – Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) melaksanakan audiensi dengan Kementerian Transmigrasi RI pada Senin, (2/3/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Menteri Transmigrasi RI dan dihadiri langsung oleh Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Pengurus Pusat ISMEI, yakni Adji Permana (Badan Pimpinan), Fajar Try Suari (Badan Pimpinan), Sayyid Atayya (Sekretaris), serta Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi.
Audiensi membahas Program 5T, yaitu lima program unggulan Kementerian Transmigrasi RI, khususnya program Transmigrasi Patriot dengan slogan “Patriot Berkarya, Bangsa Berjaya”. Program ini dirancang untuk menciptakan kader-kader pembangunan di kawasan transmigrasi yang memiliki semangat pengabdian, keterampilan relevan, serta kemampuan membangun komunitas yang mandiri dan maju.
Program tersebut diluncurkan sebagai upaya mengatasi ketimpangan pembangunan antara pusat dan daerah, terutama di wilayah kaya sumber daya alam yang masih tertinggal.
Fajar Try Suari selaku Badan Pimpinan PP ISMEI menegaskan kesiapan ISMEI untuk membangun kolaborasi strategis bersama Kementerian Transmigrasi RI.
“ISMEI memandang bahwa transmigrasi bukan sekadar kebijakan pemerataan penduduk, tetapi harus ditransformasikan menjadi model pembangunan ekonomi berbasis wilayah, berbasis produktivitas, serta berbasis kewirausahaan generasi muda. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing kawasan transmigrasi, mendorong pemerataan ekonomi nasional, dan menghasilkan model pembangunan desa modern,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyampaikan apresiasi serta menyambut positif rekomendasi kolaborasi yang ditawarkan ISMEI.
“Kementerian Transmigrasi RI mempunyai program Transmigrasi Patriot yang telah melibatkan 10 kampus di Indonesia dan juga melibatkan mahasiswa di dalamnya. Program ini bertujuan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di kawasan transmigrasi, sekaligus mengurangi ketimpangan wilayah melalui penguatan SDM dan ekonomi lokal,” ujarnya.





Tinggalkan Balasan