Keberhasilannya sebagai Guru Besar tidak lepas dari doa dan dukungan banyak pihak. Ia menekankan pentingnya keterlibatan keluarga, sahabat, serta rekan kerja dalam perjalanan hidup. Menurutnya, orang terdekat menjadi sumber kekuatan saat menghadapi kesulitan.
“Kita butuh orang terdekat, salah satunya sahabat. Sahabat datang bukan hanya saat kita senang, tetapi saat kita susah juga, mereka yang akan menguatkan saat kita bekerja, kekurangan kita akan ditutupi, kelemahan kita akan dikuatkan dengan ide dan pemikirannya, jadi kita butuh sahabat,” ujarnya.
Prof. Kuswanto turut menyampaikan motto hidup yang selalu ia pegang.
“Hidup di dunia ini hanya menjalankan amanah dari yang Maha Menciptakan, Ketika kita jalankan amanah itu dengan sebaik-baiknya, maka yang Maha Menciptakan kita akan menentukan apa yang terbaik bagi kita. Kuncinya adalah menunaikan ibadah kepada Yang Maha Kuasa,” tuturnya.
Kisah perjalanan Prof. Dr. Kuswanto, S.Pd., M.Si., menjadi pengingat bahwa usaha, kerja keras, serta doa menjadi kunci utama dalam mencapai cita-cita. Perjalanannya diharapkan dapat menginspirasi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk terus berusaha dan tidak menyerah dalam mengejar impian.(*)





Tinggalkan Balasan