Dalam audiensi tersebut, ISMEI menawarkan kolaborasi riset dan pelaksanaan program percontohan (pilot project) yang dirancang untuk menjawab berbagai tantangan di kawasan transmigrasi secara sistematis.
Program kolaborasi tersebut mencakup empat pilar utama, yaitu:
1. Monitoring ekonomi kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.
2. Program hilirisasi UMKM berbasis komoditas lokal.
3. Digitalisasi pasar dan integrasi ke rantai pasok nasional.
4. Pengembangan indikator independen untuk mengevaluasi keberhasilan program melalui Transmigration Economic Index.
Seluruh agenda tersebut dirancang selaras dengan Asta Cita pemerintahan serta prioritas Kementerian Transmigrasi, termasuk revitalisasi 45 kawasan prioritas, digitalisasi data kawasan, serta program beasiswa dan penguatan sumber daya manusia.
ISMEI menegaskan bahwa kolaborasi yang ditawarkan bukan sekadar program akademik, melainkan jembatan antara pengetahuan dan aksi untuk memastikan potensi strategis kawasan transmigrasi benar-benar terwujud dalam pemerataan ekonomi yang nyata, bukan hanya tertulis dalam dokumen perencanaan. (*)





Tinggalkan Balasan