Dalam pandangan Martayadi, keberadaan Bank Jambi memiliki arti strategis bagi pembangunan daerah. Sebagai bank pembangunan daerah, institusi ini berperan penting dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, penguatan UMKM, serta berbagai program pembangunan ekonomi di Provinsi Jambi.
“Bank Jambi bukan sekadar lembaga perbankan. Ia adalah simbol kemandirian ekonomi daerah. Menjaga eksistensi dan kepercayaan terhadap Bank Jambi berarti menjaga salah satu instrumen penting pembangunan daerah,” ujarnya.
Dari sisi teknologi, Martayadi juga menilai langkah Bank Jambi dalam melakukan penguatan infrastruktur digital patut diapresiasi. Salah satunya melalui kerja sama profesional dengan perusahaan teknologi global Amazon Web Services dalam pengembangan sistem teknologi dan keamanan data.
Menurutnya, kolaborasi dengan perusahaan teknologi kelas dunia tersebut menunjukkan bahwa Bank Jambi memiliki orientasi modern dalam membangun sistem perbankan digital yang lebih tangguh dan aman.
“Kerja sama dengan AWS memperlihatkan bahwa Bank Jambi bergerak ke arah transformasi digital dengan standar global. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat keamanan sistem sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa di tengah perkembangan teknologi yang pesat, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran terhadap keamanan digital. Kejahatan siber, kata dia, bukan hanya menargetkan lembaga keuangan, tetapi juga dapat menyasar individu pengguna teknologi.
“Di era digital, kita semua berpotensi menjadi target kejahatan siber. Karena itu, yang dibutuhkan adalah peningkatan literasi digital dan sikap kolektif untuk menjaga kepercayaan terhadap sistem keuangan,” ujarnya.
Martayadi pun mengajak masyarakat untuk tetap memberikan dukungan kepada Bank Jambi sebagai bank kebanggaan masyarakat daerah.
“Bank Jambi adalah milik masyarakat Jambi. Kepercayaan publik adalah fondasi utama yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai lembaga keuangan kebanggaan daerah ini justru tergerus oleh arus disinformasi yang belum tentu benar,” pungkasnya. (*)





Tinggalkan Balasan