“Kejadian tahun lalu harus jadi pelajaran. Saya rasa jajaran direksi sudah sangat paham bagaimana melakukan antisipasi agar penyaluran air ke masyarakat tetap lancar saat hari besar nanti,” tegasnya.
Selain itu, Maulana juga menyoroti tantangan operasional yang masih dihadapi perusahaan. Saat ini sebagian masyarakat masih menerima layanan air bersih terbatas, yakni sekitar 6 hingga 12 jam per hari.
Ia mendorong direksi untuk mengejar target layanan 24 jam penuh serta mulai mengkaji sumber air baku baru selain Sungai Batanghari yang saat ini dinilai memiliki risiko pencemaran cukup tinggi.
“Kami optimistis dengan pengalaman ketiga direksi ini, Tirta Mayang akan jauh lebih produktif dan inovatif,” tambahnya.
Komitmen Tata Kelola Profesional
Menanggapi mandat tersebut, Direktur Utama terpilih Arianto menyatakan komitmennya untuk memperkuat tata kelola perusahaan yang bersih dan profesional dengan menerapkan prinsip Good Corporate Governance.
Ia menegaskan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap layanan air bersih sangat tinggi, sehingga dibutuhkan kerja sama kuat antara perusahaan dan pemerintah daerah.
“Amanah besar ini adalah pengingat bagi kami. Ini bukan sekadar tanggung jawab administrasi, melainkan tanggung jawab moral kepada masyarakat Jambi. Kami sadar tantangan ke depan berat, maka kerja sama dengan Pemkot, DPRD, dan seluruh elemen internal adalah kunci,” ujar Arianto.
Melalui kepemimpinan baru ini, Perumdam Tirta Mayang diharapkan mampu bertransformasi menjadi perusahaan yang sehat secara finansial serta adaptif terhadap perkembangan teknologi, demi memastikan layanan air bersih dapat menjangkau seluruh masyarakat tanpa hambatan. (*)




Tinggalkan Balasan