“Kami sangat berterima kasih kepada PTPN IV karena telah peduli dengan kesulitan yang dialami warga. Dengan adanya sumur bor dan tangki air ini, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi, terutama di saat musim kering tiba,” ujar Martoyo.

Senada dengan Martoyo, Wati, seorang warga setempat, juga mengungkapkan rasa syukurnya. Ia menuturkan bahwa sebelumnya masyarakat harus bergantung pada air tadah hujan maupun sumur tradisional yang kerap tidak mencukupi kebutuhan keluarga.

“Daerah kami ini termasuk tinggi. Jadi, saat musim kemarau, sumur-sumur tradisional sering mengalami kekeringan. Alhamdulillah, Insyaallah ke depannya persoalan ini bisa teratasi,” sambung Wati.

Kisah serupa datang dari Desa Gunung Ulin di Kalimantan Selatan, yang menjadi salah satu lokasi sasaran pembangunan sanitasi dalam wilayah kerja PTPN IV Regional V. Desa ini dikenal sebagai daerah yang setiap tahunnya selalu terkendala dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Selain berada di dekat dataran tinggi, pasokan air dari pegunungan juga beberapa kali tidak layak konsumsi.

Baca juga:  Harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Provinsi Jambi Naik pada Periode 13-19 Desember 2024

Kepala Desa Gunung Ulin, Sunarto, menyambut baik pembangunan sanitasi air bersih yang dilakukan PalmCo. Ia mengungkapkan bahwa inisiatif ini sangat tepat sasaran, sebab lokasinya memang selalu mengalami kesulitan air, terlebih saat musim kemarau berkepanjangan.

“Kami sangat berterima kasih karena desa kami telah dipilih sebagai lokasi pembangunan. Pihak PTPN sangat memperhatikan daerah yang benar-benar membutuhkan. Bahkan, bantuan ini sejalan dengan program desa kami yang juga sedang mengembangkan air bersih,” ucap Sunarto.

Melalui komitmen berkelanjutan ini, PalmCo berharap dapat terus memperkuat inisiatif penyediaan air bersih dan peilestarian lingkungan hidup di Indonesia. (*)