Kini, perlahan tumbuh perubahan di tingkat keluarga ketika pengetahuan tentang gizi tidak lagi berhenti sebagai informasi, melainkan mulai hadir dalam pilihan makan sehari-hari, kebiasaan datang ke posyandu, hingga perhatian lebih besar terhadap tumbuh kembang anak.

“Sekarang saya jadi lebih paham bagaimana menjaga kesehatan selama hamil, mulai dari pola makan sampai pentingnya rutin memeriksakan kandungan. Rasanya lebih tenang karena tahu apa yang harus dilakukan untuk kesehatan saya dan bayi,” ujar Amelia, seorang ibu hamil di sekitar wilayah PEP Jambi dengan usia kandungan delapan minggu.

Kepedulian serupa juga menjangkau kelompok disabilitas di sekitar wilayah kerja PEP Rantau melalui program pendidikan inklusif dan layanan kesehatan. Sebanyak 100 peserta inklusif mengikuti kelas kesehatan untuk meningkatkan literasi hidup sehat, sementara 30 penyandang difabel memperoleh dukungan alat bantu serta layanan kesehatan yang membantu meningkatkan kualitas hidup mereka.

Baca juga:  Laba PTPN IV PalmCo Tumbuh 149 Persen, Tembus Rp 3,76 Triliun

Program ini membuka ruang agar kelompok disabilitas tidak hanya memperoleh layanan yang lebih layak, tetapi juga merasa hadir sebagai bagian penting dari pembangunan sosial di lingkungannya.

Sementara itu, perhatian terhadap lansia juga diwujudkan melalui program kesehatan masyarakat di yang menjangkau sekitar 180 lansia. Di sekitar wilayah kerja PEP Jambi, sebanyak 80 lansia memperoleh peningkatan pengetahuan kesehatan hingga kesehatan mental, sementara 50 lansia mengalami peningkatan produktivitas melalui kegiatan pemberdayaan.

Sedangkan di sekitar wilayah kerja PHE Jambi Merang, telah diberikan penyaluran bantuan stimulan kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup 50 orang lansia.

“Sekarang kami merasa lebih diperhatikan. Bukan hanya diperiksa kesehatannya, tapi juga diajak tetap aktif dan punya kegiatan. Rasanya lebih semangat menjalani hari,” ungkap Duta Lansia Desa Kota Karang Tahun 2025 Maisarah.

Baca juga:  Yayasan AHM Luncurkan Program Konservasi Owa Jawa di Petungkriyono, Tanam 8.000 Pohon untuk Pulihkan Habitat

Energi yang dihasilkan dari wilayah operasi semestinya tidak hanya bermakna bagi ketahanan nasional, tetapi juga meninggalkan jejak manfaat yang nyata dalam kehidupan masyarakat sekitar. Langkah ini turut memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada tujuan poin ke-2 dan 3 (Tanpa kelaparan, Kehidupan Sehat dan Sejahtera). (*)