TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Pemerintah Kota Jambi tampaknya tak main-main dalam menata dan mengembangkan kawasan Kota Tua di Kecamatan Pasar.
Baru beberapa hari setelah meresmikan Wisata Kuliner Kota Tua tepatnya pada Jumat (3/4/2026), Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., kembali menunjukkan komitmennya melalui rencana kerja sama dengan pemerintah Kota Ljubljana.
Hal tersebut disampaikan Maulana usai melakukan audiensi dengan akademisi Prof. Lan Umek, P.hD dari University of Ljubljana, Rabu (8/4/2026) siang.
“Di Kota Ljubljana juga terdapat kawasan Kota Tua yang cukup maju, dan itu bisa kita jadikan benchmark untuk pembangunan Kota Tua di Jambi,” ujar Maulana.
Bukan tanpa alasan, Kota Ljubljana yang merupakan ibu kota Slovenia sangat dikenal sebagai salah satu destinasi Eropa yang memadukan keindahan sejarah, suasana kota yang tenang, serta sentuhan modern yang ramah wisatawan.

Dengan arsitektur klasik, deretan kafe di tepi sungai, serta taman kota yang luas, Ljubljana dinilai berhasil menjaga keseimbangan antara budaya, sejarah, lingkungan, dan kenyamanan hidup.
Maulana berharap rencana kerja sama tersebut dapat berkembang menjadi hubungan sister city antara kedua kota.
“Kita berharap kedua kota dapat menjalin kerja sama sister city, sehingga dapat saling bertukar pengalaman dan praktik terbaik,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga berencana mengundang Wali Kota Ljubljana ke Kota Jambi guna memperkuat sinergi kedua daerah.
“Kami juga berharap Kota Jambi dapat terlibat dalam forum wali kota di Ljubljana untuk berbagi program pembangunan yang telah dijalankan,” tambahnya.

“Pak Wali berencana melakukan kerja sama dengan Kota Ljubljana, salah satunya terkait penataan Kota Tua. Saat ini juga sedang disiapkan master plan penataan kawasan Pasar Tua Jambi,” ujarnya.
Ia menambahkan, penataan kawasan Kota Tua di Kecamatan Pasar saat ini tengah berjalan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi dalam mengembangkan destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya
Penataan kawasan Kota Tua sendiri akan dilakukan secara menyeluruh dengan menggabungkan sektor sejarah, religi, kuliner, dan fashion untuk menarik wisatawan dari domestik hingga mancanegara. (AAS)





Tinggalkan Balasan