“Alangkah eloknya bila komunikasi publik disampaikan dengan tepat tanpa menciderai persaudaraan, saya pun menghimbau agar kita semua dari berbagai Suku, Agama, Ras Antar Golongan, untuk selalu menjaga kerukunan dan persaudaraan jangan mudah terpancing. Jika ada oknum atau segelintir orang yang menghasut atau memancing kegaduhan, karena memang kondisi Geopolitik Dunia dan Indonesia sedang tidak baik-baik saja, ”tutup Combyan yang juga adalah Mantan Presiden Mahasiswa Unsrat Manado”.

Dari Sudut Pandang Teologis

Sekretaris Fungsi Gereja PP GMKI, Sonya Simanjuntak menyatakan dengan tegas bahwa dalam iman Kristen tidak ada konsep keselamatan melalui kekerasan.

Menurutnya, mengaitkan pembunuhan dengan kemuliaan spiritual adalah pemahaman yang keliru dan menurutnya harus diluruskan.

Baca juga:  BGN RI Targetkan SPPG Jambi Rampung Mei 2026

“Alkitab secara jelas melarang pembunuhan dan menjadikan kasih sebagai dasar utama kehidupan beriman” terangnya.

Dirinya mengatakan kata “Perintah ‘jangan membunuh’ adalah mutlak. Bahkan, kami diajarkan untuk mengasihi musuh.

“Karena itu, setiap upaya mengaitkan kekerasan dengan kemuliaan spiritual adalah bentuk penyimpangan dari ajaran Kristen,” tambahnya.

Sonya juga mengajak semua pihak untuk kembali pada nilai dasar iman dan kemanusiaan, yaitu kasih, penghormatan terhadap hidup, dan perdamaian. Jangan sampai agama dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan yang justru bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

‎“Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama. Karena itu, kami menolak segala bentuk narasi yang membenarkan kekerasan. Pernyataan publik harus menjadi kekuatan yang mempersatukan, bukan memecah belah,” tutup Sonya. (*)

Baca juga:  PHR Regional 1 Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim di Lima Wilayah Operasi