“Langkah Pengurus Pusat Pemuda Katolik melaporkan isi ceramah JK ke polisi adalah langkah hukum yang tepat agar situasi terkendali diruang yang semestinya. Pro kontra atas langkah ini kami anggap dinamika biasa. Yang terpenting komitmen bersama untuk persatuan dan kesatuan bangsa”, tambah Sonny .

 

Ketua Umum Stefanus Gusma juga menekankan bahwa sebagai tokoh nasional, pernyataan publik seharusnya disampaikan secara hati-hati dan berbasis pemahaman utuh, mengingat dampak sosial-politiknya di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Narasi yang keliru dan menggeneralisasi ajaran agama berisiko merusak semangat persatuan dan toleransi, bahkan membuka ruang potensi adu domba di tengah masyarakat,” ujar Gusma.

Pemuda Katolik terus mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga ruang publik yang sehat, memperkuat literasi kebangsaan, serta terus merawat persatuan dalam keberagaman. (*)

Baca juga:  Pasca Putusan MK, Baleg DPR Buru-Buru Gelar Rapat