TANYAFAKTA.CO, BOGOR – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas periode 2024–2026 menyelenggarakan Konferensi Studi Nasional (KSN) 2026 pada 10–15 April 2026 di Bogor.

Mengusung tema “Kedaulatan Pangan dan Keadilan Ekologis Menuju Indonesia Maju”, forum ini menyoroti krisis struktural di sektor pangan serta kerusakan ekologis yang semakin menguat akibat tekanan perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga ketimpangan penguasaan dan distribusi sumber daya.

Sebagai forum ilmiah nasional, KSN mempertemukan kader PMKRI, akademisi, praktisi, serta pemangku kebijakan untuk merumuskan respons kritis dan rekomendasi strategis. Rangkaian kegiatan meliputi misa pembukaan, seminar nasional, diskusi kelompok terarah (FGD), sidang pleno komisi, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan dan rencana tindak lanjut.

Baca juga:  Kemenko Polhukam Tegaskan Penegakan Hukum Kejahatan SDA sebagai Prioritas Nasional: Kerugian Capai Rp36 Triliun per Tahun

Presidium Pendidikan dan Kaderisasi PMKRI sekaligus Ketua Steering Committee, Marianus D. Humau, menegaskan bahwa KSN merupakan forum pembinaan formal tertinggi di PMKRI sekaligus ruang aktualisasi isu-isu strategis.

“Di forum ini, kader tidak hanya diuji secara intelektual, tetapi juga dituntut mampu mengolah, mengkritisi, dan merumuskan gagasan strategis yang berpijak pada realitas sosial. Isu pangan dan ekologi tidak bisa lagi dipahami secara sektoral. Dibutuhkan keberanian intelektual untuk mengkritisi arah kebijakan serta menghadirkan solusi yang berpihak pada keadilan sosial dan keberlanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI, Susana F. M. Kandaimu, menyoroti lemahnya fondasi kedaulatan pangan dan tata kelola lingkungan nasional.

Baca juga:  Wakil Gubernur Jambi Tegaskan Dukungan Transformasi Sistem Hukum Pidana Indonesia

“Ketergantungan pada impor, ketimpangan distribusi pangan, serta eksploitasi sumber daya alam menunjukkan bahwa arah kebijakan belum sepenuhnya berpihak pada rakyat dan keberlanjutan. Tanpa pembenahan serius, Indonesia berisiko menghadapi krisis pangan dan ekologis yang lebih dalam,” tegasnya.