“Ke depan, implementasi langkah-langkah reformasi akan terus dijaga agar berjalan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan, serta diperkuat melalui koordinasi aktif dengan berbagai pihak, termasuk pelaku pasar global,” jelas Friderica.

Saat ini, MSCI tengah melakukan asesmen lanjutan dengan memanfaatkan data baru hasil reformasi tersebut, sekaligus menghimpun masukan dari pelaku pasar global. Proses ini menjadi bagian dari penyempurnaan penilaian untuk MSCI Index Review pada Mei 2026 dan Market Accessibility Review pada Juni 2026.

OJK memandang proses ini sebagai momentum penting untuk menunjukkan efektivitas implementasi kebijakan yang telah dilakukan, sekaligus meningkatkan aksesibilitas dan daya tarik investasi pasar modal Indonesia di mata global.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, OJK juga menegaskan akan terus mendorong penguatan integritas pasar melalui delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia. Langkah tersebut mencakup peningkatan transparansi, penguatan likuiditas, penegakan hukum dan tata kelola, serta pendalaman pasar.

Baca juga:  Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Apresiasi Gerai UMKM Dekranasda Kota Jambi dan Dorong Perlindungan HAKI Produk Unggulan

Dengan berbagai upaya tersebut, OJK optimistis pasar modal Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi lebih dalam, likuid, dan kredibel, serta mampu memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi nasional. (*)