TANYAFAKTA.CO, SUMATRA SELATAN – PT Hutama Karya (Persero) bersama Kejaksaan Agung Republik Indonesia selaku tim pengamanan proyek strategis bersinergi dengan jajaran Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri setempat, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan menggelar rapat koordinasi percepatan pembebasan lahan untuk sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) jalan tol di Sumatra Selatan.

Rapat koordinasi tersebut digelar pada Rabu (6/5/2026) sebagai bentuk sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan penyelesaian pembangunan jalan tol di Provinsi Sumatra Selatan.

Beberapa proyek yang dibahas dalam rapat tersebut di antaranya Ruas Palembang–Betung, Ruas Betung–Tempino–Jambi, serta rencana pembangunan Ruas Pematang Panggang–Kayu Agung Seksi Akses Mataram Jaya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), diharapkan berbagai kendala pengadaan lahan dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan proyek berjalan optimal dan memberikan manfaat konektivitas bagi masyarakat.

Baca juga:  Jambi Punya Tol ! Gubernur Al Haris Resmikan Tol Bayung Lencir – Tempino – Jambi Seksi 3

Kegiatan itu turut dihadiri Asisten I Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan Apriadi, Direktur Pengadaan Tanah ATR/BPN Unu Ibnudin, Kasubdit IV.A Kejaksaan Agung Imran Yusuf, Asisten I Pemerintah Kota Palembang Sulaiman, serta jajaran Project Director Hutama Karya.

Adapun jajaran Hutama Karya yang hadir yakni Project Director Betung–Tempino–Jambi Seksi 1A Sarjono, Project Director Betung–Tempino–Jambi Seksi 2B Khrisna Aditya Yudha, Project Director Palembang–Betung Seksi 1–2 Fakhrudin Hariyanto, Project Director Palembang–Betung Seksi Struktur Dinny Suryakencana, Project Director Palembang–Betung Seksi 3 Bambang Hendrarto, serta Project Director Ruas Pematang Panggang–Kayu Agung Seksi Akses Mataram Jaya Budi Binawan.

Dalam rapat tersebut, masing-masing pihak membahas langkah strategis percepatan penyelesaian lahan, penguatan koordinasi lintas instansi, serta dukungan terhadap proses administrasi dan legalitas pengadaan tanah agar pembangunan proyek dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca juga:  Gelar Apel Siaga, Hutama Karya Pastikan Jalan Tol Trans Sumatera Siap Layani Nataru 2025/2026

Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci utama dalam mempercepat penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN), khususnya pada aspek pengadaan lahan.

“Melalui koordinasi yang intensif dan kolaboratif, Hutama Karya berharap proses pembebasan lahan dapat berjalan lebih optimal sehingga pembangunan jalan tol dapat diselesaikan sesuai target dan segera memberikan manfaat konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Hamdani.

Ia menjelaskan, target operasional ruas Palembang–Betung dan Betung–Jambi Seksi 1 yang ditetapkan pemerintah adalah akhir tahun 2026. Untuk memenuhi target tersebut, proses pengadaan tanah diharapkan selesai pada Juni 2026 sehingga kegiatan konstruksi di lokasi terkait dapat dimulai pada Juli 2026.

Baca juga:  BEI Provinsi Jambi Jalin Kerja Sama dengan Pemerintah Daerah untuk Pengembangan Pasar Modal 2025

Saat ini, progres konstruksi Jalan Tol Palembang–Betung telah mencapai 81,99 persen dengan progres pembebasan lahan sebesar 87,45 persen.

Sementara itu, progres konstruksi Ruas Betung–Tempino–Jambi mencapai 46,14 persen dengan progres pembebasan lahan sebesar 61,62 persen.

Adapun Ruas Pematang Panggang–Kayu Agung Seksi Akses Mataram Jaya saat ini masih berada pada tahap pembebasan lahan.

“Kami berharap dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjalin guna mempercepat penyelesaian proyek jalan tol di Sumatra Selatan sebagai bagian dari pengembangan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah di Pulau Sumatra,” tutup Hamdani. (*)