Maulana juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari digitalisasi, perubahan sosial dan budaya, isu lingkungan, persaingan dunia kerja, ketimpangan ekonomi, hingga persoalan investasi dan permodalan.
Karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan kemampuan belajar atau learning skills bagi mahasiswa, seperti kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.
“Berpikir kritis adalah kemampuan mencari solusi terhadap masalah. Kreatif berarti mampu berpikir out of the box. Kolaborasi adalah kemampuan bekerja sama dengan orang lain, dan komunikasi merupakan kemampuan membangun hubungan yang baik dengan sesama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Maulana menegaskan Pemerintah Kota Jambi memandang GEMAKOJA sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia dan penguatan partisipasi generasi muda.
Menurutnya, terdapat lima peran strategis GEMAKOJA, yakni sebagai wadah kolaborasi mahasiswa lintas kampus, penggerak kegiatan sosial dan kepemudaan, pendukung pembangunan SDM generasi muda, jembatan komunikasi mahasiswa dengan pemerintah, serta organisasi yang menghadirkan kegiatan solutif dan berdampak bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua GEMAKOJA periode 2026–2027, Wanda Ramadani, menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah dan nilai perjuangan.
“Mahasiswa bukan hanya turun ke jalan. Kami siap dan mampu berkontribusi dalam berbagai hal demi kemajuan dan kesuksesan daerah. Keberhasilan organisasi hari ini terjadi karena kita semua bergerak secara solid,” ujarnya.
Pemerintah Kota Jambi berharap GEMAKOJA dapat terus menjadi ruang pengembangan kapasitas generasi muda sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa dan pemerintah dalam mewujudkan Kota Jambi yang maju, inklusif, dan berdaya saing. (*)



Tinggalkan Balasan