“File-file ini, yang tersembunyi di balik klasifikasi, telah lama memicu spekulasi yang beralasan dan sudah saatnya rakyat Amerika melihatnya sendiri. Rilis dokumen yang telah dideklasifikasi ini menunjukkan komitmen sungguh-sungguh Administrasi Trump terhadap transparansi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Hegseth.
Sementara itu, Direktur Intelijen Nasional AS, Tulsi Gabbard, menyatakan masyarakat Amerika telah lama menginginkan transparansi terkait pengetahuan pemerintah mengenai fenomena anomali tak teridentifikasi.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, Kantor Direktur Intelijen Nasional secara aktif mengoordinasikan upaya deklasifikasi komunitas intelijen bersama Departemen Perang untuk memastikan peninjauan yang cermat, komprehensif, dan belum pernah terjadi sebelumnya guna memberikan transparansi maksimal kepada rakyat Amerika. Rilis hari ini adalah yang pertama dari upaya deklasifikasi dan rilis bersama yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Direktur FBI, Kash Patel, juga menyatakan FBI bangga dapat terlibat dalam proses rilis dokumen UAP tersebut bersama pemerintahan Trump dan mitra antarlembaga lainnya.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, rakyat Amerika memiliki akses tanpa batas ke file pemerintah yang telah dideklasifikasi tentang Fenomena Anomali Tak Dikenal. Tingkat transparansi ini belum pernah diberikan oleh pemerintahan sebelumnya,” tutur Kash Patel.
Ia menegaskan FBI akan terus mendukung proses deklasifikasi tersebut dengan tetap mengedepankan ketelitian, integritas, dan keamanan nasional.
“Seiring file-file ini terus ditinjau dan dirilis, rakyat Amerika dapat yakin bahwa keamanan mereka tetap menjadi prioritas utama kami,” katanya.
Di sisi lain, Administrator NASA, Jared Isaacman, memuji langkah pemerintahan Trump dalam meningkatkan transparansi terkait fenomena anomali tak dikenal.
“Di NASA, tugas kami adalah mengerahkan pikiran-pikiran paling cemerlang dan instrumen ilmiah paling canggih, mengikuti data, dan membagikan apa yang kami pelajari,” jelasnya.
“Kami akan tetap jujur tentang apa yang kami ketahui sebagai kebenaran, apa yang belum kami pahami, dan semua yang masih harus ditemukan. Eksplorasi dan pencarian pengetahuan adalah inti dari misi NASA saat kami berupaya mengungkap rahasia alam semesta,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan