“Masih banyak sekolah yang membutuhkan perhatian, kesejahteraan guru yang belum maksimal, hingga jalan-jalan rusak yang harus segera diperbaiki. Hal-hal seperti ini harus terus dikawal bersama,” tegasnya.
Dialog interaktif yang digelar KPPJ tersebut berlangsung dinamis dengan berbagai pembahasan terkait politik, pendidikan, ekonomi, hingga arah pembangunan daerah menjelang kontestasi kepemimpinan Jambi 2029.
Forum itu sekaligus menjadi ruang konsolidasi gagasan anak muda dalam menentukan sosok pemimpin masa depan Provinsi Jambi.
Diakhir pemamparannya, Iin Habibi turut mendorong semangat membaca para pemuda untuk memupuk nilai kritis dengan buku-buku yang mengasah nalar dan pikiran para pemuda.
Ia membagikan dua buku yakni buku Semangat Muda karya Tan Malaka dan buku filsafat.
“Semoga pikiran kritis terus terpelihara untuk memberikan gagasan pemuda untuk Jambi yang lebih baik kedepannya,”pungkasnya
Dialog interaktif tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, di antaranya akademisi muda Zakly Hanafi Ahmad, Sekretaris DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Jambi M. Adi Satria, Sekretaris DPD PKS Kota Jambi Wasril Tanjung, serta Ketua PWI Kota Jambi yang diwakili Reza Zebua.
Ketua Umum KPPJ, Adiyansyah, yang juga bertindak sebagai moderator, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian pemuda terhadap kondisi daerah dan nasional yang dinilai masih membutuhkan banyak pembenahan.
“Forum ini lahir dari keresahan anak-anak muda Jambi. Kami ingin mahasiswa dan pemuda tidak hanya menjadi penonton politik, tetapi ikut terlibat menentukan arah pembangunan dan masa depan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, generasi milenial dan Gen Z saat ini menjadi kelompok pemilih terbesar di Indonesia, sehingga memiliki pengaruh besar terhadap lahirnya pemimpin di masa mendatang.
“Kalau anak muda apatis, maka masa depan daerah juga dipertaruhkan. Karena itu kami ingin membangun budaya diskusi, budaya kritis, dan budaya peduli terhadap daerah,” tambahnya.
Adiyansyah juga menyebut forum tersebut menjadi ajang silaturahmi antaraktivis, tokoh pemuda, dan pelajar yang selama beberapa tahun terakhir jarang bertemu akibat pandemi Covid-19.
“Ini menjadi sarana silaturahmi. Semoga dengan kegiatan ini persatuan di antara kita semakin kuat dan kokoh dalam memberikan gagasan untuk membangun Provinsi Jambi,” tuturnya. (*)




Tinggalkan Balasan