Salah satu prinsip hidup yang selalu dipegangnya adalah:

“Jadilah diri sendiri, bekerjalah dengan sungguh-sungguh, dengan rendah hati.”

Di ruang kuliah, ia selalu berupaya menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada para mahasiswa. Baginya, ilmu pengetahuan harus memberikan manfaat bagi sesama.

“Ilmu harus memanusiakan, bukan meninggikan,” tegasnya.

Menyoroti perkembangan generasi muda saat ini, Prof. Zarkasi mengingatkan mahasiswa agar tidak terlena dengan kemudahan teknologi digital yang dapat mengurangi daya kritis dan semangat belajar.

Ia menilai mahasiswa perlu lebih banyak membaca karya-karya asli para pemikir besar, melatih kemampuan berpikir kritis, serta memanfaatkan masa muda untuk berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat.

Menutup refleksi perjalanan hidupnya, Prof. Zarkasi menegaskan bahwa keberhasilan sejati bukan diukur dari jabatan, materi, maupun popularitas, melainkan dari kemampuan seseorang memberi manfaat bagi orang lain dan menemukan kedamaian dalam hidupnya.

Baca juga:  FKIK UNJA Resmikan 3 Program Dokter Spesialis, Perkuat Akses Layanan Kesehatan Spesialis di Jambi

Mengutip berbagai pemikiran filsuf seperti Jean-Paul Sartre, Friedrich Nietzsche, hingga ulama besar Imam Al-Ghazali, ia menekankan bahwa makna hidup dibangun melalui keberanian untuk menjadi diri sendiri secara utuh.

“Pada akhirnya, keberhasilan sejati adalah ketika seseorang mampu berdamai dengan dirinya sendiri, menerima masa lalu, menjalani masa kini, dan melangkah ke depan dengan hati yang tetap percaya, meskipun tidak selalu mengerti,” pungkasnya.

Sumber : Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar FH UNJA, Prof. Zarkasi: Ilmu Harus Memanusiakan, Bukan Meninggikan