“Upacara sudah dimulai, tetapi masih ada peserta yang berjalan. Disiplin harus dimulai dari sini. Saya minta seluruh anggota Pramuka menunjukkan sikap tertib sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan dan etika kepramukaan,” tegasnya.
Usai kegiatan, Al Haris mengatakan jambore menjadi momentum bagi peserta untuk mempraktikkan berbagai pembelajaran yang selama ini diperoleh melalui kegiatan Pramuka, mulai dari disiplin, kepemimpinan, hingga keterampilan sosial.
“Kita berharap apa yang mereka dapatkan selama mengikuti Pramuka dapat diterapkan dalam kehidupan nyata ketika mereka bersama-sama dalam kegiatan seperti ini,” katanya.
Menurutnya, melalui jambore dapat terlihat karakter dan sikap seorang Pramuka ketika berinteraksi dengan sesama.
“Dari sini kita bisa melihat etika, perilaku, serta keterampilan yang dimiliki. Ketika karakter dan jati diri sudah terbentuk, pembinaan ke depan akan lebih mudah,” ujarnya.
Kwarnas Dorong Pramuka Jadi Wadah Pembentukan Karakter
Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sekaligus Ketua Umum Panitia Jambore Nasional 2026, Bachtiar Utomo, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Jambore Daerah Jambi.
Ia mengatakan, Kwartir Nasional terus memperkuat peran Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda Indonesia.
“Gerakan Pramuka berupaya menyediakan ruang bagi anggota untuk tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berjiwa Pancasila, serta memiliki kecakapan hidup,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepedulian terhadap sesama dan lingkungan menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan generasi muda menghadapi perubahan zaman.
Kwarda Jambi: Jambore Jadi Ruang Pembentukan Karakter
Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jambi, Sudirman, mengatakan pembentukan karakter generasi muda harus dilakukan melalui berbagai pendekatan, salah satunya melalui kegiatan jambore.
“Karakter tidak terbentuk dalam satu cara. Salah satu upaya konkretnya adalah melalui kegiatan seperti jambore yang membentuk kemandirian, kerja sama tim, dan nilai kebangsaan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Gerakan Pramuka Jambi dan Universitas Adiwangsa Jambi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Jambi, jajaran perguruan tinggi, kepala OPD Pemerintah Provinsi Jambi, para bupati/wali kota selaku Majelis Pembimbing Cabang, pengurus Kwarda Jambi, ketua Kwarcab, pimpinan kontingen, pembina pendamping, peserta jambore, serta undangan lainnya. (*)





Tinggalkan Balasan