“Di kesempatan ini kami belajar tentang public speaking, bagaimana lebih percaya diri membangun komunikasi yang efektif untuk menyampaikan ide kepada masyarakat. Sebagai istri wali kota, tentu kami dituntut untuk sering tampil di ruang publik,” ujar Nadiyah, Kamis (2/7/2026) malam.
Ia juga mengungkapkan bahwa agenda sharing session menjadi salah satu kegiatan yang paling bermanfaat karena menghadirkan berbagai praktik terbaik (best practice) dalam pelaksanaan program PKK dan Posyandu di berbagai daerah.
“Dalam forum itu kami saling berbagi pengalaman. Program-program yang terbukti berhasil di kota lain bisa menjadi inspirasi untuk diterapkan di Kota Jambi, apalagi tantangan yang dihadapi setiap daerah pada dasarnya hampir sama,” katanya.
Nadiyah menilai keikutsertaannya dalam Rakernas XVIII APEKSI menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring, memperkaya wawasan, serta menggali berbagai inovasi yang dapat diimplementasikan dalam mendukung program pemberdayaan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Jambi.
Rakernas XVIII APEKSI juga menjadi wadah bagi pemerintah kota se-Indonesia untuk memperkuat kolaborasi, bertukar praktik terbaik, sekaligus mempromosikan potensi daerah melalui berbagai agenda, termasuk Indonesia City Expo dan Ladies Program. (*)





Tinggalkan Balasan