TANYAFAKTA.CO, JAMBI Universitas Batanghari (UNBARI) menggelar konsolidasi akbar yang melibatkan mahasiswa, alumni, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh sivitas akademika sebagai upaya memulihkan soliditas internal setelah berbagai dinamika yang dalam beberapa waktu terakhir memengaruhi aktivitas kampus. Konsolidasi tersebut digelar di halaman parkir Unbari, Rabu (8/7/2026) pagi.

Kegiatan ini menjadi sinyal bahwa UNBARI berupaya menutup fase konflik dan mengarahkan kembali perhatian seluruh elemen kampus pada penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Di tengah harapan agar perbedaan yang sempat mencuat tidak lagi menghambat proses akademik, konsolidasi juga menjadi ujian apakah komitmen yang dibangun mampu diterjemahkan ke dalam langkah nyata, bukan sekadar seremonial.

Sejak pukul 08.30 WIB, sivitas akademika mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UNBARI, dilanjutkan doa bersama, orasi mahasiswa, arahan Penjabat (Pj) Rektor, hingga penandatanganan komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola kampus, memulihkan kepercayaan, dan memastikan proses pendidikan kembali menjadi prioritas utama.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Rektor Unbari, Yunan Surono, mengajak seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama menjaga kondusivitas kampus dan mendukung proses pembenahan yang sedang dilakukan.

Baca juga:  Wali Kota Jambi Hadiri Lomba Ecoprint PAUD Kota Jambi, Dorong Pendidikan Ramah Lingkungan dan Pencegahan Stunting

“Mari kita bangun dan majukan kembali Unbari. Kami ingin Unbari berjalan dengan lancar sehingga seluruh kegiatan akademik dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Terkait dinamika kepemimpinan universitas, Yunan menjelaskan bahwa proses pemilihan rektor telah melalui tahapan resmi sesuai mekanisme yang ditetapkan oleh kementerian.

“Mengenai posisi saat ini, proses pemilihan rektor sudah mencapai tahapan resmi dari kementerian. Kami hanya menjalankan apa yang sebelumnya telah ditetapkan oleh pihak kementerian,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan mahasiswa dan alumni yang terus memberikan perhatian terhadap kemajuan Unbari. Menurutnya, kegiatan konsolidasi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun kampus.

“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan alumni serta mahasiswa. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal pembuka untuk kita maju bersama ke depannya,” ungkapnya.

Yunan menegaskan pihaknya akan terus melakukan pembenahan kampus, memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta mengaktifkan kembali berbagai kegiatan kemahasiswaan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Baca juga:  “Pasang Badan” untuk MBG, BEM UNAJA Ingatkan DPRD Provinsi Jambi: Jangan Abaikan Fungsi Pengawasan

“Kami akan bekerja keras. Walaupun memang tidak mudah, tetapi kami akan mengupayakan semuanya berjalan sesuai prosedur. Untuk informasi resmi, kita gunakan saluran resmi agar tidak terjadi kesimpangsiuran,” ujarnya.

Sementara itu, mahasiswa Fakultas Hukum semester V, Bima Wibowo, menilai konsolidasi tersebut merupakan langkah positif untuk meningkatkan efektivitas kinerja rektorat yang baru. Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi sebelumnya telah memiliki kejelasan berdasarkan keputusan yang berlaku.

“Kegiatan hari ini sangat baik untuk mengefektifkan kinerja rektorat yang baru. Konflik yang ada selama ini sebenarnya sudah selesai karena sudah ada keputusan negara yang mengamanahkan kepada Pj Rektor Pak Yunan. Amanah itu harus dijalankan,” katanya.

Bima berharap mahasiswa tidak lagi terpengaruh oleh berbagai isu terkait kepemimpinan kampus dan dapat bersama-sama mendukung kemajuan Unbari.

“Saya berharap mahasiswa, alumni, dan seluruh sivitas akademika Unbari dapat bekerja sama dalam meningkatkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta mengembangkan Unbari menjadi kampus terbaik di Provinsi Jambi yang bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Baca juga:  Empat Pilar Kebangsaan Jadi Fondasi, Gubernur Al Haris Dorong Edukasi Lewat Kompetisi

Senada dengan itu, Alumni Fakultas Ekonomi Unbari angkatan 2008, Supriyanto, menilai kepastian dalam pengelolaan kampus sangat penting agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan mahasiswa.

“Kita menginginkan satu pintu, satu pihak yang memegang kendali yayasan atau pengelolaan Unbari. Jangan sampai ada dualisme karena itu akan menimbulkan kebingungan bagi mahasiswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa menentukan sikap berdasarkan data, bukti, dan keputusan hukum yang berlaku sehingga setiap putusan yang telah ditetapkan perlu dihormati.

“Kita melihat berdasarkan data dan bukti. Setelah melihat keputusan yang ada, kita menghargai dan menghormati putusan pengadilan. Karena kita merupakan masyarakat yang memahami hukum, maka kita harus menghormati proses tersebut,” jelasnya.

Supriyanto mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga nama baik Unbari dan terus menyampaikan hal-hal positif tentang kampus.

“Kita harus bersama-sama menjaga eksistensi Unbari. Ceritakan yang baik-baik tentang kampus ini, jangan hanya melihat kekurangannya. Dengan kebersamaan, kita yakin Unbari bisa menjadi lebih baik lagi,” tutupnya. (*)