TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Perjalanan yang seharusnya menjadi awal menggapai cita-cita di bangku kuliah berubah menjadi duka mendalam bagi Gabe Roida Sitinjak (18), calon mahasiswi Universitas Jambi (UNJA).

Dalam perjalanan menuju Jambi untuk memulai kehidupan barunya sebagai mahasiswa, Gabe justru harus kehilangan kedua orang tuanya akibat kecelakaan beruntun di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (17/7/2026) lalu.

Musibah tersebut merenggut nyawa ayahnya, Heppi Sitinjak (60), ibunya, Dinaria Manik (60), serta sepupunya, Samsir Sitinjak (30). Sementara Gabe, adiknya Five Sitinjak (11), dan Rinto Sitinjak (23) selamat meski mengalami luka-luka dan hingga kini masih menjalani perawatan.

Perjalanan keluarga asal Dairi itu semula dilakukan untuk mengantar Gabe memulai babak baru kehidupannya sebagai mahasiswi di Universitas Jambi. Namun, impian yang telah dipersiapkan bersama kedua orang tuanya harus terhenti oleh tragedi yang tak pernah mereka bayangkan.

Adapun kecelakaan maut itu diduga dipicu truk tronton bermuatan air mineral bernomor polisi BK 8453 SG yang mengalami gangguan pada gearbox hingga sistem pengeremannya gagal berfungsi.

Baca juga:  Ketua IWO Provinsi Jambi Hadiri dan Berikan Materi di Workshop Elaeis Media Group

Truk kemudian meluncur tanpa kendali di jalan menurun dan menabrak sedikitnya tujuh mobil serta satu sepeda motor. Peristiwa tersebut menyebabkan empat orang meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka-luka.

Kecelakaan maut di Sibolangit pada Jumat, (17/7/2026) lalu yang tewaskan kedua orangtua Gabe Sitinjak, Calon Mahasiswi Universitas Jambi. [Dok.Istimewa]

Kabar duka itu turut menyelimuti keluarga besar Universitas Jambi. Rektor Universitas Jambi, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa calon mahasiswi baru tersebut.

“Segenap keluarga besar Universitas Jambi menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan yang menimpa keluarga dari salah satu Mahasiswa Baru Universitas Jambi, Gabe Roida Sitinjak, yang tengah dalam perjalanan menuju Provinsi Jambi untuk menempuh pendidikan di Universitas Jambi,” ujar Prof. Helmi dikutip dari Instagram univ.jambi pada Selasa, (21/7/2026).

Baca juga:  Al Haris Apresiasi Buku “Babad Alas”, Refleksi Kepemimpinan Inspiratif Bima Arya untuk Generasi Muda

Ia mengatakan, musibah tersebut bukan hanya menjadi duka bagi keluarga korban, tetapi juga bagi seluruh sivitas akademika Universitas Jambi yang sedianya akan menyambut Gabe sebagai bagian dari keluarga besar kampus.

“Musibah ini merenggut nyawa orang tua dan sepupu dari yang bersangkutan. Kami mendoakan semoga almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diterima segala amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan ini,” ucapnya.

Prof. Helmi juga menyampaikan doa bagi Gabe dan anggota keluarganya yang masih menjalani perawatan agar segera diberikan kesembuhan.

“Kepada ananda Gabe Roida Sitinjak beserta keluarga yang saat ini masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan, kami turut mendoakan kesembuhan yang secepatnya dan kekuatan untuk melanjutkan cita-cita yang telah diperjuangkan bersama keluarga,” katanya.

Baca juga:  Peringati Hari Otoda dan Hardiknas di Bungo, Gubernur Al Haris Dorong Pendidikan Berkualitas dan Sinergi Semua Pihak

Prof. Helmi, berharap Gabe tetap memiliki semangat melanjutkan pendidikan, meski harus menghadapi kehilangan yang begitu besar.

“Universitas Jambi turut berbelasungkawa dan berdiri bersama keluarga yang berduka. Semoga harapan dan cita-cita yang telah dirintis tetap menjadi cahaya yang menguatkan di tengah kehilangan yang begitu besar,” tutupnya.

Di sisi lain, duka yang dirasakan keluarga korban begitu mendalam. Kakak Gabe, Roma Sitinjak (21), mengaku baru mengetahui keluarganya menjadi korban setelah melihat video kecelakaan yang beredar di media sosial.

Awalnya, Roma mendapat informasi dari rekannya mengenai kecelakaan hebat di kawasan Sibolangit. Ia tidak menyangka mobil yang mengalami kecelakaan itu adalah kendaraan yang ditumpangi keluarganya.

Setelah mengenali sopir mobil dalam rekaman video yang beredar, Roma segera menghubungi kerabatnya untuk memastikan keadaan orang tua dan saudara-saudaranya.

Tak lama kemudian, kabar paling memilukan datang.

“Bang Raden bilang mamak dan bapak sudah enggak ada,” kata Roma. (AAS)