Adapun PRABU SEDAFI kali ini dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hesti Haris yang dikenal sebagai sosok yang terus pro aktif dalam mendukung kemajuan seni dan budaya di Provinsi Jambi.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh pengunjung untuk terus bangga akan budaya Melayu Jambi.
“Jambi ini mantap, lain dari daerah lain. Kita punya Lembaga Adat Melayu yang seharusnya mampu mendorong kelestarian adat dan budaya kita, itu harus kita manfaatkan,” ungkapnya.
Dalam momentum yang sama, Hesti juga melakukan pengukuhan Asosiasi Penjahit Busana Jambi (APBJ) yang ditandai dengan penyematan pin secara simbolis kepada perwakilan pengurus.

“Mudah-mudahan APBJ menjadi warisan bagi perkembangan industri kreatif di bidang fashion dan kriya. Kita berharap APBJ dan menjadi garda dalam kemajuan kriya dan fashion di Provinsi Jambi,” pungkasnya.
Adapun pada hari pertama pelaksanaan, PRABU SEDAFI menampilkan tarian kolosal yang dibawakan sekitar 40 penari dengan berbagai tarian tradisional dari sejumlah daerah di Indonesia.
Selain itu, sebanyak 60 model, mulai dari remaja hingga dewasa, memperagakan busana karya para desainer Jambi yang mengangkat motif-motif tradisional dengan sentuhan modern dan artistik.
Tak hanya menyuguhkan pertunjukan seni, PRABU SEDAFI 2026 juga akan menghadirkan beragam kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat selama penyelenggaraan.
Mulai dari Pameran Kriya, Wastra & Fashion, stand budaya, festival kuliner, bazar UMKM, fashion show, screening dan bedah film, workshop melukis, workshop kriya, workshop make up, story telling, parenting class, dialog budaya, hingga talkshow Bebibeba.

Turut hadir dalam pembukaan Prabu Sedafi 2026 antara lain Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi, serta perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi. (AAS)





Tinggalkan Balasan