TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris resmi membuka Pekan Kebudayaan Jambi Elok Nian Kota Jambi 2026 yang mengusung tema “Bahagia Berbudaya di Serambi Tanah Pilih Pusako Betuah” di Anjungan Kota Jambi, Taman Mini Melayu Jambi (Arena Eks MTQ), Kamis (23/7/2026) malam.
Pembukaan festival ditandai dengan pencabutan Keris Siginjai secara simbolis oleh Gubernur Al Haris sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan budaya yang akan berlangsung hingga 25 Juli 2026.
Sejak dua jam sebelum acara dimulai, ratusan masyarakat telah memadati lokasi. Selain menikmati pertunjukan seni dan budaya, pengunjung juga memanfaatkan bazar UMKM, berburu kuliner tradisional, serta mengabadikan momen di kawasan Taman Mini Melayu Jambi.
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa penyelenggaraan Jambi Elok Nian bukan sekadar festival budaya, tetapi menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor pariwisata, menggerakkan ekonomi kreatif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.
“Kata Allah, kalau kita bersyukur, insya Allah Allah menambah nikmat-nikmat yang lainnya,” ujar Al Haris mengawali sambutannya.
Menurutnya, budaya harus menjadi kekuatan ekonomi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Potensi yang dimiliki Provinsi Jambi, mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga batik Jambi, dinilai telah memiliki daya saing di tingkat nasional.
“Kita sudah mulai melihat bahwa potensi yang kita miliki itu sudah layak di tingkat nasional. Pameran dan kegiatan di Taman Mini Melayu Jambi menampilkan aneka kuliner tradisional, kerajinan termasuk batik Jambi, serta stand UMKM,” katanya.
Al Haris mengatakan, berbagai event budaya terbukti mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendongkrak penjualan produk UMKM. Karena itu, festival seperti Jambi Elok Nian harus terus dikembangkan agar memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.
Ia juga mengungkapkan sejumlah agenda strategis pemerintah dalam pelestarian budaya, di antaranya peresmian museum, penataan kembali artefak budaya, hingga pemugaran candi yang akan mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Selain itu, Pemprov Jambi juga terus mendorong agar benda-benda cagar budaya yang saat ini berada di luar negeri dapat kembali ke Jambi.
Di bidang infrastruktur, Al Haris menyampaikan optimismenya terhadap pembangunan jalan tol sepanjang 67 kilometer yang menghubungkan Pijoan–Cinto Kenang, Muaro Jambi hingga Merlung. Menurutnya, peningkatan konektivitas tersebut akan mempermudah akses wisatawan sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pastikan bahagia. Kalau sudah sejahtera, pasti bahagia,” ujar Al Haris.
Ia berharap Jambi Elok Nian menjadi wadah promosi budaya, penguatan UMKM, dan daya tarik wisata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan