Pada kesempatan itu, Al Haris juga merespons usulan Wali Kota Jambi terkait pengelolaan Anjungan Kabupaten/Kota di kawasan Taman Mini Melayu Jambi. Ia meminta seluruh bupati dan wali kota mengajukan surat permohonan resmi sebagai dasar pemerintah provinsi menghibahkan pengelolaan anjungan kepada masing-masing daerah.

“Silakan para bupati dan wali kota menyampaikan surat permintaan agar ada dasar bagi pemerintah provinsi untuk menghibahkan pengelolaan anjungan kepada kabupaten dan kota, sehingga bisa dirawat dan dikembangkan lebih baik,” ujarnya.

Dalam sesi wawancara usai pembukaan, Al Haris menilai Kota Jambi sebagai ibu kota provinsi memiliki tanggung jawab menjadi etalase utama Provinsi Jambi melalui pelayanan publik, sektor perhotelan, penyelenggaraan event, serta pengembangan budaya.

Menurutnya, Kota Jambi tidak mengandalkan sumber daya tambang seperti batu bara, melainkan harus memperkuat identitas sebagai kota jasa, budaya, dan kuliner.

Ia berharap berbagai event budaya mampu menarik lebih banyak wisatawan dari luar daerah sekaligus membangkitkan semangat pelaku UMKM untuk terus berkembang.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, Mariani Yanti, menjelaskan bahwa Jambi Elok Nian merupakan upaya Pemerintah Kota Jambi melestarikan seni dan budaya Melayu sekaligus membangun sinergi antara sektor pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.

“Tujuan kegiatan ini adalah membangun sinergi yang semakin kuat antara sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memberdayakan UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Jambi,” ujar Mariani.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana mengatakan Jambi Elok Nian merupakan implementasi salah satu program unggulan dalam visi Kota Jambi Bahagia, yakni Bahagia Berbudaya.

Menurutnya, Kota Jambi memiliki karakter yang berbeda dengan kota-kota lain di Sumatera karena memiliki identitas kuat sebagai kota religi dan budaya.

“Maka, distingsi inilah yang akan menghasilkan sebuah pertumbuhan ekonomi,” ujar Maulana.

Pada hari pertama, festival dimeriahkan dengan penampilan Tari Kedidi oleh Bujang Gadis Kota Jambi, pertunjukan musik tradisional dari SMP Negeri 3 Kota Jambi, serta parade batik yang diikuti para pemenang lomba fashion show HUT Kota Jambi bersama Gubernur Jambi dan para kepala daerah se-Provinsi Jambi.

Rangkaian kegiatan akan berlanjut pada hari kedua dengan Festival Band yang diikuti 24 grup kategori pelajar dan umum, bazar 18 pelaku UMKM, serta Animals Expo. Acara akan ditutup pada 25 Juli 2026 dengan pengumuman pemenang Festival Band dan penutupan resmi oleh Wali Kota Jambi. (AAS)