TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Berkomitmen penuh berikan keamanan dan kenyamanan bagi warganya, Wali Kota Jambi, Maulana pimpin langsung apel dan patroli gabungan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Jambi pada Sabtu malam (25/7/2026).
Patroli yang melibatkan unsur Polri, TNI, Kejaksaan, DPRD, Satpol PP, serta jajaran Pemerintah Kota Jambi itu digelar sebagai langkah preventif untuk memastikan situasi Kota Jambi tetap aman dan kondusif, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hari.
Saat memberikan pengarahan pada apel di Lapangan Kantor Wali Kota Jambi sekitar pukul 21.00 WIB, Maulana menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan semata menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Keamanan tidak hanya ditangani oleh Polri dan TNI, tetapi juga harus didukung seluruh jajaran Pemerintah Kota Jambi, Satpol PP, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga seluruh lapisan masyarakat. Semua memiliki peran besar dalam menjaga Kota Jambi tetap aman, tertib, dan kondusif,” tegas Maulana.
Menurutnya, patroli gabungan ini merupakan wujud nyata soliditas dan sinergi Forkopimda dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan yang terus dilakukan secara periodik.
Stabilitas keamanan, kata Maulana, menjadi fondasi penting bagi kelancaran aktivitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta keberlangsungan pembangunan daerah.
Karena itu, upaya pencegahan harus terus diperkuat melalui patroli rutin, pengawasan wilayah, dan kolaborasi lintas sektor.
Maulana juga menyoroti berbagai aksi kriminalitas dan kenakalan remaja yang belakangan ramai menjadi perhatian publik di berbagai daerah. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi peringatan agar tidak berkembang di Kota Jambi.
“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Alhamdulillah, CCTV di Kota Jambi sudah mulai terpasang dan dipantau selama 24 jam. Namun, kehadiran petugas di lapangan tetap sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan setiap wilayah Kota Jambi berada dalam kondisi yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa aksi geng motor, balap liar, tawuran remaja, hingga berbagai bentuk kejahatan jalanan tidak lagi dapat dipandang sebagai kenakalan biasa.
“Ketika aksi tersebut telah disertai kekerasan, penggunaan senjata tajam, perusakan fasilitas umum, bahkan mengancam keselamatan jiwa masyarakat, maka itu adalah tindak kriminal yang harus ditangani secara tegas sekaligus bijaksana,” katanya.
Maulana menjelaskan, makna “Aman” dalam visi Kota Jambi BAHAGIA bukan hanya bebas dari tindak kriminalitas, tetapi juga memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang, anak-anak belajar dengan nyaman, pelaku usaha menjalankan bisnis tanpa rasa khawatir, wisatawan merasa terlindungi, serta masyarakat dapat menikmati ruang-ruang publik secara aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan