Karena itu, Satgas terus mengedepankan langkah preventif melalui patroli terpadu, deteksi dini hotspot, sosialisasi kepada masyarakat, pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA), pemetaan daerah rawan, hingga pengecekan kesiapan sarana dan prasarana. Di sisi lain, penegakan hukum tetap dilakukan terhadap pihak yang terbukti sengaja membakar hutan dan lahan.
Brigjen TNI Nyamin juga memastikan Satgas telah menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi kabut asap, di antaranya distribusi masker, dukungan posko kesehatan, pengerahan Babinsa untuk membantu penyaluran logistik, serta koordinasi lintas sektor guna melindungi masyarakat terdampak.
Sementara itu, Bachyuni Deliansyah menegaskan bahwa BPBD Provinsi Jambi terus memperkuat koordinasi bersama seluruh unsur Satgas melalui Posko Karhutla untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat ditangani secara cepat, terpadu, dan efektif.
Menutup perbincangan, Brigjen TNI Nyamin mengajak seluruh pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan setiap temuan titik api.
Menurutnya, keberhasilan pengendalian Karhutla tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memadamkan api, tetapi juga oleh keberhasilan seluruh pihak dalam mencegah terjadinya kebakaran sejak dini melalui sinergi dan kepedulian bersama.
Usai podcast, Brigjen TNI Nyamin bersama Bachyuni Deliansyah dan kru Kompas TV meninjau Posko Satgas Karhutla untuk melihat perkembangan terkini penanganan Karhutla. Dalam kesempatan tersebut, Danrem menerima paparan mengenai kondisi hotspot, kesiapan personel dan peralatan, serta langkah-langkah yang telah dilakukan Satgas dalam mengendalikan Karhutla di wilayah Provinsi Jambi. (*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan