TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Pemerintah Kota Jambi bersama DPRD Kota Jambi dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti secara daring Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, serta Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, tersebut diikuti dari Gedung Swarna Bumi DPRD Kota Jambi. Rangkaian kegiatan di Kota Jambi dibuka langsung oleh Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, S.E.
Agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI tersebut diikuti langsung Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Ketua TP PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., bersama Ketua GOW Marsha Lystia, S.E., B.Com., unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Jambi beserta istri, jajaran Pemkot Jambi, stakeholder, serta tamu undangan lainnya.
Pidato Kenegaraan Presiden menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menyimak secara langsung capaian pembangunan nasional sekaligus arah kebijakan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa mandat yang diberikan rakyat kepada pemerintah merupakan amanah sekaligus kehormatan yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
Presiden juga menyoroti berbagai agenda strategis nasional, mulai dari penguatan kedaulatan dan ketahanan pangan, kemandirian energi, pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan perlindungan sosial, hingga pengelolaan sumber daya alam agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Menurut Presiden, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga harus diwujudkan melalui kemampuan negara menghadirkan kesejahteraan dan memberikan manfaat pembangunan yang dapat dirasakan seluruh rakyat.
Presiden menegaskan bahwa pembangunan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa.
Semangat tersebut, lanjut Presiden, harus diwujudkan melalui penguatan persatuan, kemandirian nasional, supremasi hukum, pemerataan pembangunan, serta pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Presiden juga menekankan pentingnya kemandirian Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian global. Ketahanan pangan dan energi dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kedaulatan nasional.
Di sektor pangan, pemerintah terus mendorong swasembada dan peningkatan produksi dalam negeri. Sementara di sektor energi, pemerintah berupaya memperkuat sumber energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
Pembangunan sumber daya manusia juga menjadi perhatian penting melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan program perlindungan sosial, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir. Orientasi utama pembangunan adalah memastikan pertumbuhan tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan.
Pesan tersebut juga diperkuat dengan penegasan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dikelola secara baik dan memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat.
Pembangunan Kota Jambi Sejalan dengan Kebijakan Nasional
Usai mengikuti agenda tahunan tersebut, Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa pembangunan Kota Jambi telah sejalan dengan arah kebijakan nasional.
Menurutnya, sejumlah pesan Presiden memiliki keterkaitan erat dengan berbagai program pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Jambi, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami di Pemerintah Kota Jambi juga mendukung dengan program LAGRO KOJA, penanaman jagung, penanaman padi gogo dan lain-lain,” jelasnya.
LAGRO KOJA atau Lahan Abadi Agro Kota Jambi merupakan salah satu upaya Pemkot Jambi untuk memperkuat produksi pangan lokal sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga komoditas.
Program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produksi komoditas hortikultura, khususnya komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi seperti cabai dan bawang merah.
Komitmen tersebut semakin diperkuat dengan keberhasilan LAGRO KOJA mengantarkan Kota Jambi meraih Terbaik II Nasional pada Indonesia’s SDGs Action Award 2025, sebagai pengakuan atas inovasi daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan