“Nanas memiliki nilai ekonomi dan relatif sesuai dengan kondisi tanah yang memiliki tingkat keasaman tertentu. Dengan pengelolaan dan budidaya yang tepat, tanaman ini dapat menjadi salah satu alternatif usaha masyarakat untuk meningkatkan pendapatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan tanaman nanas juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas lahan gambut. Budidaya tanaman pada lahan yang dikelola secara tepat dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa mengesampingkan prinsip pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Nanas atau Ananas comosus merupakan salah satu komoditas hortikultura tropis yang memiliki nilai ekonomi dan banyak dikonsumsi masyarakat. Selain dapat dipasarkan sebagai buah segar, nanas juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan sehingga membuka potensi nilai tambah bagi masyarakat.

Melalui program DMPG ini, PTPN IV Regional IV berharap bantuan 1.500 bibit nanas tersebut dapat berkembang menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat Desa Merbau dan Desa Sungai Tawar.

“Harapan kami, bantuan ini tidak berhenti pada penyerahan bibit. Kami ingin tanaman ini tumbuh, dikelola dengan baik, menghasilkan, dan pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pendapatan masyarakat,” pungkas Fadly.

Program tersebut sekaligus menegaskan komitmen PTPN IV Regional IV untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar wilayah operasional melalui program pemberdayaan yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan. (*)